"Jika ada kasus yang menargetkan warga sipil, hal itu terjadi secara tidak sengaja dan selama konfrontasi dengan pasukan pendudukan," lanjutnya.
Operasi saat itu berlangsung dengan cepat, Hamas pun tidak menyangka sistem pertahanan dan militer Israel lumpuh secepat itu.
"Mungkin ada beberapa kesalahan yang terjadi selama pelaksanaan Operasi Badai Al Aqsa karena runtuhnya sistem keamanan dan militer Israel dengan cepat, dan kekacauan yang terjadi di sepanjang wilayah perbatasan dengan Gaza," ungkap dokumen tersebut.
Beberapa kelompok hak asasi manusia telah meminta Hamas, yang merupakan organisasi terlarang di banyak negara barat termasuk Amerika Serikat dan Inggris, untuk diselidiki atas peristiwa 7 Oktober.
Amnesty International menggambarkan adanya pembunuhan warga sipil yang disengaja, penculikan dan serangan tanpa pandang bulu selama operasi tersebut.
Amnesty mengatakan pihaknya telah memverifikasi video yang menunjukkan pejuang Hamas menculik dan dengan sengaja membunuh warga sipil di dalam dan sekitar pemukiman Israel, dan telah memverifikasi video yang menunjukkan kelompok tersebut menembaki warga sipil di Festival Musik Nova.***
Artikel Terkait
Hamas Serukan Pasukan Keamanan Otoritas Palestina Angkat Senjata ke IDF
Sayap Militer Hamas Sergap 30 Tentara IDF, Kemungkinan Besar Tewas dan Luka-luka!
Bukan 75 Tahun, Hamas Ungkap Perjuangan Panjang Rakyat Palestina Lawan Penjajahan
Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel
Benjamin Netanyahu Tolak Mentah-mentah Gencatan Senjata dengan Hamas dan Bebaskan Tawanan, Ini Alasannya