Daniel Hagari Bantah Tawanan Israel Tewas Gegara IDF Usai Hamas Kirim Video Propaganda

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 16 Januari 2024 | 15:33 WIB
Juru bicara IDF, Daniel Hagari membantah keras terkait tewasnya dua tawanan Israel setelah Hamas kirim video propaganda. (Twitter.com/@IDF)
Juru bicara IDF, Daniel Hagari membantah keras terkait tewasnya dua tawanan Israel setelah Hamas kirim video propaganda. (Twitter.com/@IDF)

SENAYANPOST - Juru bicara Israel Defense Force (IDF) Daniel Hagari membantah bahwa dua tawanan Hamas tewas di tangan tentaranya sendiri.

Sebagaimana diketahui, Hamas merilis video berdurasi hampir tiga menit terkait nasib tiga tawanan yang ditangkapnya.

Diketahui, tiga tawanan yang merupakan warga Israel itu bernama Itay Svirsky, Noa Argamani, dan Yossi Shahabi.

Dalam video tersebut, Itay Svirsky dan Yosshi Shahabi tewas akibat serangan udara IDF menurut kesaksian Noa Argamani.

"Itu tidak terbunuh oleh pasukan kami. Ini adalah kebohongan Hamas," kata Daniel Hagari pada 15 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Baca Juga: Bukan Hamas, Ternyata Sosok Ini Ada di Balik Tragedi Festival Musik Nova 7 Oktober 2023

"Bangunan tempat mereka ditahan bukanlah target dan tidak diserang oleh pasukan kami," tambahnya.

Hagari menyatakan bahwa IDF tidak mengetahui secara persis di mana lokasi para tawanan tersebut.

"Kami tidak tahu lokasi persis mereka secara real-time. Kami tidak menyerang di mana kami tahu ada sandera. Dalam retrospeksi, kami tahu bahwa kami menyerang target dekat dengan lokasi di mana mereka ditahan," lanjutnya.

Hagari menambahkan bahwa IDF sedang menyelidiki rekaman dalam klip propaganda yang diterbitkan oleh Hamas.

Para sandera diambil selama serangan Hamas 7 Oktober, ketika ribuan teroris meledak melintasi perbatasan dari Gaza melalui darat, udara dan laut, menewaskan sekitar 1.200 orang dan merebut lebih dari 240 tawanan dari segala usia yang kebanyakan warga sipil, dalam aksi kebrutalan yang mengerikan.

Baca Juga: Nasib Tiga Warga yang Jadi Tawanan, Hamas Sebut Pemerintah Israel Pembohong

"Dalam beberapa hari terakhir, perwakilan IDF bertemu dengan keluarga Itay dan sandera lainnya, dan menyatakan keprihatinan serius atas nasib mereka, karena informasi yang kami miliki," lanjut Hagari.

Svirsky, 38, diculik dari rumah orang tuanya di Kibbutz Be'eri, tempat ia berkunjung untuk merayakan liburan Simhat Torah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X