Terakhir, Noa Argamani menceritakan situasinya saat jadi tawanan oleh Hamas.
Saat itu situasinya semakin sulit di mana persediaan makanan dan minuman semakin menipis.
Ia dan dua tawanan lainnya diawasi oleh tentara Al Qassam.
Baca Juga: Daftar Peristiwa Penting Sepanjang 100 Hari Operasi Badai Al Aqsa di Palestina
"Tidak ada air atau makanan, semua persediaan habis. Tentara Al Qassam memperlakukan kami dengan baik," kata Noa.
Noa Argamani merupakan satu-satunya tawanan yang selamat dari tiga yang ditahan Hamas.
"Mereka juga perhatian sebagaimana yang mereka bisa tapi tidak ada sumber persediaan yang cukup," ungkapnya.
Suatu ketika, mereka mengalami serangan udara oleh IDF.
"Saya berada di sebuah bangunan dan dibom oleh serangan udara IDF, roket dari jet tempur F16 mengenai kami bertiga. Dua roket meledak dan yang satu tidak," lanjutnya.
Baca Juga: Daftar Peristiwa Penting Sepanjang 100 Hari Operasi Badai Al Aqsa di Palestina
"Dalam bangunan itu kami bersama tentara Al Qassam dan tiga tawanan, saya sendiri, Itay Svirsky, dan Yossi Sharabi," tambahnya.
Setelah bangunan tersebut hancur karena serangan udara, ia dan dua tawanan lain terkubur dalam reruntuhan.
"Setelah bangunan itu dihancurkan, kami semua terkubur di bawah reruntuhan. Tentara Al Qassam menyelamatkan saya dan Itay. Kemudian diketahui kita tidak bisa menyelamatkan Yossi," bebernya.
Tak lama setelah itu, Itay dan Noa dipindahkan oleh tentara Al Qassam ke tempat lain.
"Setelah beberapa hari kemudian, dua malam, Itay dan saya relokasi ke tempat lain," lanjutnya.
Artikel Terkait
Sidang ICJ: Israel Bantah Lakukan Genosida di Gaza, Sebut Hamas hingga 137 Kali
Brigade Al Qassam Hamas Rilis Video Warga Israel yang Ditawan 2014: Masih Ingatkah Mereka?
Hamas Kecam Keras Insiden Penyerangan Staf Telekomunikasi Gaza oleh IDF, Sebut Kejahatan Perang
Nasib Tiga Warga yang Jadi Tawanan, Hamas Sebut Pemerintah Israel Pembohong
Bukan Hamas, Ternyata Sosok Ini Ada di Balik Tragedi Festival Musik Nova 7 Oktober 2023