Baca Juga: Warga Israel Nekat Nyamar Jadi Intelijen Shin Bet Sekaligus Curi Senjata di Gaza
"Berlari!" peringatan kuning terang muncul di layar televisi yang menyarankan penduduk di wilayah tertentu di pantai untuk segera mengungsi dari rumah mereka.
Gambar yang disiarkan oleh media lokal menunjukkan sebuah bangunan runtuh di tengah gumpalan debu di kota pesisir Suzu dan retakan besar di jalan di Wajima tempat para orang tua yang tampak panik sedang menggendong anak-anak mereka.
Gempa tersebut juga mengguncang bangunan di ibu kota Tokyo, sekitar 500 km dari Wajima di pantai seberang.
Lebih dari 36.000 rumah tangga kehilangan aliran listrik di prefektur Ishikawa dan Toyama, kata penyedia utilitas Hokuriku Electric Power.
Baca Juga: 147 Pengungsi Rohingya Tiba di Deli Serdang, Polres Pelabuhan Belawan Beberkan Kronologi
Layanan kereta api berkecepatan tinggi ke Ishikawa telah ditangguhkan sementara operator telekomunikasi Softbank dan KDDI melaporkan gangguan layanan telepon dan internet di Ishikawa dan Niigata, menurut situs web mereka.
Maskapai penerbangan Jepang ANA menolak pesawat yang menuju bandara di Toyama dan Ishikawa, sementara Japan Airlines membatalkan sebagian besar layanannya ke wilayah Niigata dan Ishikawa dan pihak berwenang mengatakan salah satu bandara Ishikawa ditutup.***
Artikel Terkait
Gempa Bumi Guncang Ekuador dengan Kekuatan 6,8 Magnitudo, 14 Orang Dilaporkan Tewas
Penjelasan Badan Geologi Terkait Gempa Bumi di Kalimantan Selatan, Imbau Masyarakat Tetap Tenang
AM Hendropriyono Menekankan Pentingnya Mindset Indonesia for the Indonesia pada HUT ke-56 KBWJI
147 Pengungsi Rohingya Tiba di Deli Serdang, Polres Pelabuhan Belawan Beberkan Kronologi
Kesaksian Warga Rohingya, Ternyata Ini Alasan Pengungsi Pergi ke Indonesia dan Malaysia