Buntut Serangan Hizbullah, Israel Diduga Susun Rencana Serangan Darat ke Lebanon Selatan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 20 Desember 2023 | 13:20 WIB
Kabarnya tentara Israel sedang menyusun serangan darat ke Lebanon Selatan usai Hizbullah baru-baru ini melumpuhkan dua iron dome. (t.me/qassambrigades)
Kabarnya tentara Israel sedang menyusun serangan darat ke Lebanon Selatan usai Hizbullah baru-baru ini melumpuhkan dua iron dome. (t.me/qassambrigades)

"Sampai kita mencapai kemampuan yang diperlukan, tidak ada yang bisa masuk ke Lebanon," kata jenderal cadangan itu.

Baca Juga: Full Spoiler One Piece 1102: Kilas Balik Kuma Berakhir, Detik-detik Bonney Putuskan Jadi Bajak Laut

"Hizbullah saat ini dilengkapi dengan 150.000 roket dan peluru rudal, dan masalah utamanya adalah beberapa di antaranya presisi dan berat, dengan berat ratusan kilogram," ujar Brick memperingatkan.

Brick menambahkan bahwa Hizbullah dapat mencapai sasaran seperti pembangkit listrik, fasilitas air, pangkalan angkatan udara, dan mengganggu lalu lintas jalan raya serta menggusur penduduk.

Namun, Menteri Pertahanan Yoav Gallant baru-baru ini melontarkan ancaman terhadap Hizbullah.

"Jika Hizbullah ingin naik satu level, kami akan naik lima level," kata Gallant.

Baca Juga: Profil Yahya Sinwar, Salah Satu Pimpinan Hamas di Balik Operasi Badai Al Aqsa

Tentara Israel telah 'menusuk beruang' dengan melakukan lebih dari sekedar menyerang pos-pos Hizbullah, melancarkan serangan terhadap penduduk sipil Lebanon, sebuah tindakan yang tidak dianggap enteng oleh kelompok militer itu.

"Perlawanan menegaskan bahwa setiap kerugian terhadap warga sipil akan terjadi dipenuhi dalam ukuran yang sama," bunyi pernyataan resmi Hizbullah.

"Apa yang terjadi di front kami sangatlah penting dan berpengaruh," kata Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah dalam pidatonya baru-baru ini.

"Ini tidak akan dibatasi terlalu lama. Semua opsi di pihak Lebanon terbuka. Semua pilihan ada di meja, dan kami dapat memutuskannya kapan saja," ujarnya.

Baca Juga: Jonathan Majors Resmi Dipecat Marvel Studios, Bagaimana Kelanjutan MCU?

Ketua Parlemen Lebanon dan Ketua Gerakan Amal, Nabih Berri, serupa dengan Nasrallah, juga memperingatkan Israel bahwa Lebanon siap jika Israel memilih untuk memperluas konflik yang sedang berlangsung dengan Hizbullah.

Lebanon dan Israel mempunyai ketegangan bersejarah, dimana masyarakat Lebanon melihat Israel, seperti yang diungkapkan oleh pendiri Amal, ulama dan politisi Muslim Syiah, Musa Sadr, sebagai 'sebuah kejahatan terbesar'.

Serangan Hizbullah terhadap Israel mempunyai status yang sama dengan serangan yang dilakukan oleh Vietnam terhadap AS, setelah memaksa tentara Israel mundur pada tahun 2000 dengan cara yang mirip dengan mundurnya AS dari Vietnam pada tahun 1970an.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X