Berita kematian tentara tersebut muncul ketika juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Adrienne Watson, mengumumkan pada hari Rabu bahwa penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan berencana melakukan perjalanan ke Israel pada hari Kamis dan Jumat untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, kabinet perangnya, dan Presiden Isaac Herzog untuk membahas perkembangan terkini di Israel dan Gaza.
Baca Juga: Lirik Lagu Leve Palestina, Krossa Sionismen dari Kofia, Lengkap Terjemahan Bahasa Indonesia
Pengumuman ini muncul sehari setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada para donor pada acara penggalangan dana pada hari Selasa bahwa Israel mulai kehilangan dukungan global atas 'pemboman tanpa pandang bulu' di Gaza, yang merupakan kritik terkuatnya terhadap kepemimpinan Israel.
Menanggapi komentar Biden, Menteri Komunikasi Israel dan anggota Partai Likud Netanyahu, Shlomo Karhi, menulis pada hari Selasa di platform X.
"Tidak akan ada negara Palestina di sini. Kami tidak akan pernah mengizinkan negara lain didirikan di antara (sungai) Yordania dan laut. Kami tidak akan pernah kembali ke Oslo," tulisnya.
Baca Juga: Ambisi Penjajah Israel Musnahkan Hamas, Menlu Iran: Tidak Akan Pernah Bisa
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan pada hari Rabu bahwa jumlah korban tewas di Gaza sejak dimulainya perang pada tanggal 7 Oktober kini telah mencapai 18.608 orang dan setidaknya 50.594 orang juga terluka dalam jangka waktu yang sama.
Sebagian besar korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa setidaknya 296 petugas medis Palestina telah tewas sejak dimulainya perang, setidaknya 134 staf Unrwa juga tewas, bersama dengan 32 anggota awak pertahanan sipil dan satu anggota staf Organisasi Kesehatan Dunia.***
Artikel Terkait
Dubes Pakistan untuk PBB Blak-blakan soal Penjajah Israel: Ini Perang Melawan Rakyat Palestina
Petinggi Hamas Bantah Kemunduran Moral Usai Tiga Komandan Tewas di Tangan Penjajah Israel
Ambisi Penjajah Israel Musnahkan Hamas, Menlu Iran: Tidak Akan Pernah Bisa
Diserang Bertubi-tubi Netizen Indonesia dan Malaysia, Influencer Penjajah Israel Ini Kalang Kabut!
Tentara Israel Serang Jenin, Tiga Warga Palestina di Tepi Barat Jadi Korban