Israel Kehilangan Dukungan Internasional Buntut Konflik Gaza, Joe Biden Blak-blakan Kritik PM Benjamin Netanyahu

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 13 Desember 2023 | 13:20 WIB
Presiden AS Joe Biden sebut Israel sudah kehilangan dukungan internasional dan mengingatkan PM Benjamin Netanyahu. (Instagram.com/@potus)
Presiden AS Joe Biden sebut Israel sudah kehilangan dukungan internasional dan mengingatkan PM Benjamin Netanyahu. (Instagram.com/@potus)

Biden, yang sering berbicara blak-blakan pada acara penggalangan dana, muncul di sebuah hotel di Washington dengan sekitar seratus orang, termasuk sejumlah orang Yahudi yang hadir.

Baca Juga: Lirik Lagu Somebody, D.O EXO, Easy Listening dan Wajib Masuk Playlist

Dia diperkenalkan oleh seorang pemimpin lama di American Israel Public Affairs Committee, sebuah lobi pro-Israel.

Komentar tajam Biden bertepatan dengan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan yang bersiap melakukan perjalanan ke Israel untuk melakukan pembicaraan dengan kabinet perang Israel.

Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa Israel telah menerima 'dukungan penuh' dari AS atas serangan daratnya ke Gaza dan bahwa Washington telah memblokir 'tekanan internasional untuk menghentikan perang'.

Baca Juga: Link Nonton Streaming Debat Perdana Capres dan Cawapres RI Pemilu 2024

"Ada perbedaan pendapat mengenai 'hari setelah Hamas' dan saya berharap kita akan mencapai kesepakatan di sini juga," kata Netanyahu.

Tidak hanya mengkritik sikap Netanyahu, Biden juga secara khusus menyebut Itamar Ben-Gvir.

"Ini adalah pemerintahan paling konservatif dalam sejarah Israel," ujar Biden.

Baca Juga: Update KRI dr Radjiman Wedyodiningrat untuk Misi Kemanusiaan di Gaza, Sudah Berangkat ke Palestina?

Biden mengatakan Netanyahu harus 'berubah', dan menambahkan bahwa 'pemerintahan di Israel membuat hal ini menjadi sangat sulit'.

Dia juga mengatakan bahwa pada akhirnya Israel 'tidak bisa mengatakan tidak' terhadap negara Palestina, yang ditentang oleh kelompok garis keras Israel.

"Kita mempunyai peluang untuk mulai menyatukan kawasan... dan mereka masih ingin melakukannya. Namun kita harus memastikan bahwa Bibi (Netanyahu) memahami bahwa dia harus mengambil tindakan... Anda tidak bisa mengatakan tidak ada negara Palestina," ujar Biden.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuteurs

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X