Para diplomat mencatat bahwa jeda kemanusiaan tidak sama dengan gencatan senjata, yang didukung oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Baca Juga: Jokowi Tanggapi soal Politik Dinasti: Itu kan Masyarakat yang Menilai
Jeda mungkin hanya berlangsung dalam hitungan jam.
Rusia mengajukan proposal tandingan di PBB yang menganjurkan gencatan senjata yang lebih luas, sebuah opsi yang dikatakan 'jauh lebih seimbang'.
Namun proposal tersebut gagal mendapatkan jumlah suara minimum.
Baca Juga: Harganya Rp300 Jutaan, Mobil Listrik Neta sudah Dipesan Ratusan Unit
"Kita perlu menyerukan gencatan senjata dan kita tidak bisa mengutuk tindakan satu pihak saja," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Kamis.
"Resolusinya harus seimbang dan upaya diplomatik harus dilanjutkan di sini," tambahnya.
Israel telah menolak gencatan senjata dan jeda untuk masuknya bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Bukan Pengakuan, Yosep Justru Berikan Kesaksian Ini dalam Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Pada Rabu malam, tentara Israel melancarkan serangan darat yang ditargetkan ke Gaza sebagai bagian dari 'persiapan untuk tahap pertempuran selanjutnya', yang diperkirakan akan menjadi serangan darat skala penuh.
Serangan udara Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 6.500 orang dalam hampir tiga minggu, sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang di negara itu.***
Artikel Terkait
Alasan Vladimir Putin Tempatkan Hulu Ledak Nuklir di Belarusia, Ingin Eskalasi Perang Rusia Ukraina?
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa Desak Vladimir Putin Hentikan Perang Rusia Ukraina, Ini Alasannya
Vladimir Putin Tuding Tentara Bayaran Wagner 'Pengkhianat' di Tengah Perang Rusia Ukraina, Ada Apa?
25.000 Tentara Wagner Group Siap Mati, Belot Pasukan Vladimir Putin di Perang Rusia Ukraina
AS 'Siap-siap' Perang Hadapi Rusia dan China, Presiden Vladimir Putin Justru Bilang Begini