Abu Ubaida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, mengatakan para sandera dibebaskan sebagian 'untuk alasan kemanusiaan' sebagai tanggapan terhadap upaya mediasi Qatar.
Baca Juga: Nonton The Escape of The Seven Episode 9 Sub Indo, Kim So Yeon 'Reuni' dengan Yoon Jong Hoon
Israel telah mengumpulkan tank dan pasukan di dekat Gaza untuk rencana invasi darat.
Pengeboman mereka terhadap Gaza telah menewaskan sedikitnya 4.137 warga Palestina, termasuk ratusan anak-anak, sementara lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi, menurut para pejabat Palestina.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan pencapaian tujuan Israel tidak akan mudah dan cepat.
Baca Juga: Rumor Apple iPhone SE 4: Perkiraan Harga, Tanggal Rilis, Lengkap dengan Spesifikasi dan Fitur!
"Kami akan menggulingkan organisasi Hamas. Kami akan menghancurkan infrastruktur militer dan pemerintahannya. Ini adalah fase yang tidak mudah. Ada konsekuensinya," kata Gallant kepada komite parlemen.
Dia menambahkan bahwa fase selanjutnya akan lebih berlarut-larut, namun bertujuan untuk mencapai 'situasi keamanan yang benar-benar berbeda' tanpa adanya ancaman terhadap Israel dari Gaza.
"Ini bukan sehari, bukan seminggu, dan sayangnya bukan sebulan," ujarnya.***
Artikel Terkait
AS Bicara Kemungkinan Kunjungan Presiden Joe Biden ke Israel, Ini Jawaban Gedung Putih
Presiden AS Joe Biden Bakal ke Israel Temui PM Benjamin Netanyahu, Iran Ingatkan Paman Sam soal Ini
Resolusi Konflik Israel dan Palestina Usulan Rusia Gagal Disetujui PBB, Enam Negara Putuskan Abstain
Israel Serang Rumah Sakit di Gaza Palestina, Kedubes Iran: Kejahatan Perang dan Genosida
Joe Biden Janjikan Bantuan Militer Tambahan Senilai 14 Miliar Dolar AS ke Israel: Ini adalah Investasi Cerdas