Hamas Ancam Lakukan Hal Ini Jika Israel Serang Warga Sipil Palestina di Gaza

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 14:11 WIB
Ilustrasi, Militer Hamas ancam Israel akan lakukan hal ini jika mereka berhasil melukai warga sipil Palestina di Gaza. (Pexels.com/Khaled Akacha)
Ilustrasi, Militer Hamas ancam Israel akan lakukan hal ini jika mereka berhasil melukai warga sipil Palestina di Gaza. (Pexels.com/Khaled Akacha)

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 687 warga Palestina telah tewas dan 3.726 lainnya terluka dalam serangan udara Israel di daerah kantong yang diblokade tersebut sejak Sabtu.

Baca Juga: Lirik Lagu 3D, Jungkook BTS, Kolaborasi Bareng Jack harlow

Blok apartemen, masjid dan rumah sakit termasuk di antara lokasi yang diserang, dan serangan tersebut menghancurkan beberapa jalan dan rumah, menurut laporan media dan saksi mata.

Israel juga mengebom markas besar perusahaan swasta Palestine Telecommunication Co., yang dapat mempengaruhi layanan telepon rumah, internet, dan telepon seluler.

Serangan berlanjut hingga malam hari pada hari Senin.

Baca Juga: Kronologi Happy Asmara Kesurupan di Atas Panggung, Sebelumnya Taruh Semangka di Rumah Kosong

Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran di Jalur Gaza dari laut dan udara, termasuk gudang senjata yang dikatakan milik Jihad Islam dan sasaran Hamas di sepanjang garis pantai Gaza.

Juru bicara Hamas Abu Ubaida mengeluarkan ancaman pada hari Senin untuk membunuh warga Israel di antara puluhan orang yang ditawan setelah serangan mendadak pada Sabtu pagi.

Dia mengatakan Hamas akan mengeksekusi seorang tawanan Israel untuk setiap pemboman Israel terhadap rumah warga sipil tanpa peringatan, dan menyiarkan eksekusi tersebut.

Baca Juga: Fuji Dukung Rebecca Klopper di Tengah Kasus Video Syur, Semangat!

Belum ada tanggapan langsung dari militer Israel terhadap ancaman tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen mengatakan lebih dari 100 orang telah ditawan oleh Hamas selama serangan mematikan lintas batas akhir pekan lalu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X