Gunawan menggarisbawahi bahwa data dan dana nasabah tetap aman setelah gangguan tersebut.
"Dapat kami sampaikan bahwa kami memastikan data dan nasabah tetap aman," tandasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, BSI mengalami gangguan sistem sejak Senin, 8 Mei 2023.
Banyak dari nasabah yang tidak bisa menggunakan dan mengakses layanan perbankan dari bank syariah tersebut.
Baca Juga: Manga One Piece Chapter 1035: Detik-detik Roronoa Zoro Kalahkan King di Onigashima
Sementara itu, akun twitter @darktracer_int merilis pernyataan bahwa tidak terjadi kesepakatan antara BSI dan ransomware Lockbit 3.0.
Dalam cuitannya, terungkap bahwa negosiasi telah berakhir dan Lockbit membuka data-data tersebut secara publik di dark web.
Lockbit meminta BSI agar membayarnya 20 juta dolar AS atau sekitar Rp295 miliar untuk data yang dicurinya.
Terkait pernyataan baru-baru ini dari ransomware Lockbit, BSI belum merilis pernyataan apa pun.***
Artikel Terkait
Jadwal dan Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru di Jabodebek Periode 12 hingga 18 April 2023
Cara Penukaran Uang Baru, Lengkap dengan Syarat dan Minimal Nominal yang Bisa Ditukar
Karyawan tidak Dapat THR Jangan Curhat ke Tetangga tapi Lapor Saja ke Pemerintah, Begini Caranya
Opini: Dedolarisasi untuk Keseimbangan Ekonomi dan Politik Global
Layanan Perbankan BSI Diduga Terkena Ransomware, Pakar IT Sarankan Hal Ini untuk Pencegahan