Hendropriyono: Kenaikan Upah Jangan Terjebak Spiral Harga, Produktivitas Harus Jadi Prioritas

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:07 WIB
Mantan Sesdalopbang RI, AM Hendropriyono sorot soal kenaikan upah agar terhindar dari spiral harga, menekankan prioritas produktivitas. (SenayanPost.com)
Mantan Sesdalopbang RI, AM Hendropriyono sorot soal kenaikan upah agar terhindar dari spiral harga, menekankan prioritas produktivitas. (SenayanPost.com)

Menurutnya, pendidikan vokasi, pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta peningkatan kualitas manajemen menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong produktivitas pekerja.

Dengan meningkatnya output per pekerja, perusahaan dinilai akan memiliki kemampuan lebih besar untuk memberikan upah yang lebih tinggi tanpa harus menaikkan harga barang dan jasa secara berlebihan.

Di sisi lain, pemerintah perlu menjaga inflasi, terutama pada komponen yang langsung memengaruhi kehidupan masyarakat seperti pangan, energi, dan perumahan.

"Bagi rakyat, yang penting bukan angka gaji nominal, tetapi daya beli riil," katanya.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Pendapatan Negara Tumbuh 21 Persen Per Juni, Defisit Fiskal Tetap Terjaga

Ia berpandangan kenaikan upah idealnya mengikuti dua komponen utama, yakni inflasi dan peningkatan produktivitas.

Dengan demikian, kenaikan upah tidak semata-mata dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan harga yang sudah terjadi.

Bansos untuk Kelompok Terdampak

Bagi masyarakat yang paling terdampak selama proses perbaikan ekonomi, Hendropriyono menyarankan pemerintah menggunakan bantuan sosial yang tepat sasaran.

Menurut dia, pendekatan tersebut lebih baik dibandingkan mendorong kenaikan biaya dalam seluruh struktur perekonomian nasional.

Ia kemudian menggambarkan formula pembangunan ekonomi yang menurutnya perlu menjadi perhatian, yakni investasi → produktivitas → produksi bertambah → lapangan kerja → pendapatan riil naik → konsumsi sehat → investasi berikutnya.

Baca Juga: GAWAT!! Rp2,8 Miliar Dana Nasabah Diduga Tak Masuk Sistem BSI, Terbongkar Saat Debitur Ajukan Kredit Lagi

Sebaliknya, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam pola inflasi → kenaikan gaji → biaya produksi naik → harga naik → tuntutan kenaikan gaji kembali.

"Lingkaran setan begini tidak akan selesai," ujarnya.

Hendropriyono menilai sasaran utama kebijakan ekonomi seharusnya adalah membuat masyarakat semakin produktif sekaligus memastikan ketersediaan barang dan jasa semakin meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X