Menurutnya, pendidikan vokasi, pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta peningkatan kualitas manajemen menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong produktivitas pekerja.
Dengan meningkatnya output per pekerja, perusahaan dinilai akan memiliki kemampuan lebih besar untuk memberikan upah yang lebih tinggi tanpa harus menaikkan harga barang dan jasa secara berlebihan.
Di sisi lain, pemerintah perlu menjaga inflasi, terutama pada komponen yang langsung memengaruhi kehidupan masyarakat seperti pangan, energi, dan perumahan.
"Bagi rakyat, yang penting bukan angka gaji nominal, tetapi daya beli riil," katanya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Pendapatan Negara Tumbuh 21 Persen Per Juni, Defisit Fiskal Tetap Terjaga
Ia berpandangan kenaikan upah idealnya mengikuti dua komponen utama, yakni inflasi dan peningkatan produktivitas.
Dengan demikian, kenaikan upah tidak semata-mata dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan harga yang sudah terjadi.
Bansos untuk Kelompok Terdampak
Bagi masyarakat yang paling terdampak selama proses perbaikan ekonomi, Hendropriyono menyarankan pemerintah menggunakan bantuan sosial yang tepat sasaran.
Menurut dia, pendekatan tersebut lebih baik dibandingkan mendorong kenaikan biaya dalam seluruh struktur perekonomian nasional.
Ia kemudian menggambarkan formula pembangunan ekonomi yang menurutnya perlu menjadi perhatian, yakni investasi → produktivitas → produksi bertambah → lapangan kerja → pendapatan riil naik → konsumsi sehat → investasi berikutnya.
Sebaliknya, ia mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam pola inflasi → kenaikan gaji → biaya produksi naik → harga naik → tuntutan kenaikan gaji kembali.
"Lingkaran setan begini tidak akan selesai," ujarnya.
Hendropriyono menilai sasaran utama kebijakan ekonomi seharusnya adalah membuat masyarakat semakin produktif sekaligus memastikan ketersediaan barang dan jasa semakin meningkat.
Artikel Terkait
Kraton Majapahit Jakarta Sambut Tokoh Pagaruyung, AM Hendropriyono Tekankan Saling Keterkaitan Kebudayaan di Nusantara
Resmikan Turnamen Sepak Bola, Hendropriyono Jadikan Olahraga Sarana Pelestarian Budaya
Dukung Sosialisasi Pisah Sampah, AM Hendropriyono Gelorakan Perang Semesta Melawan Sampah
Hendropriyono Pertanyakan Kendaraan Politik untuk Wujudkan Gagasan Kiki Syahnakri dalam Buku Menata Ulang Reformasi
A.M. Hendropriyono: Tantangan Reformasi Bukan Hanya Apa yang Ditata Ulang, Tapi siapa dan bagaimana mengerjakannya.