Belajar dari Krisis 2022, APBN 2026 Diprediksi Tetap Aman Meski Harga Minyak Dunia Melonjak

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Jumat, 13 Maret 2026 | 13:38 WIB
Ilustrasi kenaikan harga minyak. (Pinterest)
Ilustrasi kenaikan harga minyak. (Pinterest)

"Komponen ini relatif memiliki ruang efisiensi yang cukup besar ketika pemerintah perlu melakukan penyesuaian," kata Christiantoko.

Kedua, efisiensi subsidi energi. Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, subsidi energi tidak tepat sasaran. Orang-orang kaya justru mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar dibanding kelompok masyarakat miskin.

"Hasil perhitungan Next Indonesia Center, potensi subsidi Elpiji yang salah sasaran mencapai Rp 44,8 triliun. Kemudian subsidi BBM sekitar Rp 88,7 triliun. Jadi total subsidi yang tidak tepat sasaran sekitar Rp 133,5 triliun," tutupnya. *

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X