"Komponen ini relatif memiliki ruang efisiensi yang cukup besar ketika pemerintah perlu melakukan penyesuaian," kata Christiantoko.
Kedua, efisiensi subsidi energi. Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, subsidi energi tidak tepat sasaran. Orang-orang kaya justru mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar dibanding kelompok masyarakat miskin.
"Hasil perhitungan Next Indonesia Center, potensi subsidi Elpiji yang salah sasaran mencapai Rp 44,8 triliun. Kemudian subsidi BBM sekitar Rp 88,7 triliun. Jadi total subsidi yang tidak tepat sasaran sekitar Rp 133,5 triliun," tutupnya. *
Artikel Terkait
Jadi Saksi di Sidang Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak, Ahok Beberkan Alasan Sebenarnya Mundur dari Pertamina
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Iuran Dewan Perdamaian Gaza Rp17 Triliun: Kemungkinan Besar dari APBN
Pertamina Berhasil Boyong 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair untuk Ketahanan Energi
Israel-AS Serang Iran, Sejumlah Perusahaan Minyak Tangguhkan Pengiriman Melalui Selat Hormuz
Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Sebut Negosiasi Selalu Digagalkan Serangan: APBN dan Tentara AS Disandera Israel