SENAYAN POST - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua diduga menggunakan Dana Desa untuk membeli senjata di pasar gelap menurut para pejabat.
Dana Desa tersebut diduga digunakan gerakan KKB Papua yang ada di Nduga, di mana Pilot Susi Air Philip Mehrtens disandera lebih dari tiga bulan.
Dugaan penyalahgunaan Dana Desa untuk gerakan separatis KKB Papua ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Papua, Ignatius Benny Ady Prabowo.
Baca Juga: Link Nonton The Good Bad Mother Episode 14 Sub Indo Tayang Terakhir Malam Ini di Netflix!
"Kalau ini tidak kita blokir, maka dana desa akan mengalir ke desa dan mereka (pemberontak) mungkin akan terus meminta dukungan," kata Ignatius pada 8 Juni 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Dana tersebut bisa jadi digunakan untuk membeli senjata dan logistik makanan.
"Mungkin untuk membeli senjata, untuk membeli makanan," tambahnya.
Baca Juga: Putri Ariani, Perain Golden Buzzer America’s Got Talent, Ternyata Juara Indonesia’s Got Talent 2014
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Nduga, Otomi Djiwage mengungkapkan bahwa Dana Desa 'tidak didukung pengawasan yang benar'.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengawasinya.
"Jadi wajar jika penggunaan Dana Desa agak longgar dan siapa saja bisa melakukan apa saja dengan itu," ungkapnya.
Baca Juga: Nunung Operasi Kanker Payudara, Kondisinya Membaik dan Semangat untuk Sembuh
Otomi juga tidak mengomentari klaim dana yang digunakan oleh pemberontak karena menurutnya itu hanya dugaan.
Senjata Ilegal di Papua