polhukam

Opini: Potensi Ancaman Menjelang Pilpres 2024?

Rabu, 31 Mei 2023 | 09:53 WIB
Ilustrasi Pilpres (Ist)

Pada era pasca perang dingin, kejadian semacam itu bisa terulang lagi. Sebagai contoh, lima tahun lalu terjadi hubungan tegang antara AS dengan Rusia berupa saling tuduh campur tangan urusan dalam negeri masing-masing.

Baca Juga: Pemerintah Malaysia Lakukan Sensor Attack on Titan yang Tak Biasa, Begini Penampakannya

Kemudian sejak 4 tahun lalu berlangsung perang dagang antara Amerika Serikat vs RRC (China). Terakhir 2 tahun lalu sebagai akibat provokasi ex NATO, meletus perang Ukraina yang melibatkan Rusia melawan AS dan beberapa negara ex NATO.

Ketiga negara tersebut mengharapkan agar pasangan Presiden dan Wakil presiden terpilih sedapat mungkin menguntungkan kepentingan mereka masing-masing.

Dalam satu dekade terakhir Amerika Serikat menganggap Indonesia cenderung lebih dekat China. Sementara Rusia hubungannya dengan Indonesia cukup nyaman, dan tentunya berkepentingan hubungan dengan Indonesia tetap baik.

Sama dengan AS, Rusia juga tidak menghendaki Indonesia mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan RRC.

Baca Juga: Pastikan Suhu Udara Memanas, Mesir Peringatkan Warga

Bangsa Indonesia sesungguhnya mempunyai cukup pengalaman, dalam menghadapi persoalan dalam dan luar negeri.

Sepanjang partai-partai peserta pemilu dan tokoh-tokoh nasional yang terlibat pemilihan Capres atau Cawapres, berpegang teguh pada visi dan misi Pembukaan dan Batang Tubuh UUD, serta secara jernih melihat dan menganalisis persoalan bangsa.

Khususnya dengan masih cukup tingginya kesenjangan ekonomi dan tingkat korupsi serta isu oligarki, maka segenap persoalan tersebut bisa dicarikan solusinya secara baik. Apalagi semua partai dan kontestan pilpres mengembangkan visi kemandirian bangsa.***

Halaman:

Tags

Terkini