SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial sedang hangat memperbincangkan sosok Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA) yang merupakan tangan kanan Bupati Pemalang, Anom Widiantoro (AWI) yang kini menjadi tersangka kasus korupsi.
Sebelumnya diketahui, Anom Widiyantoro diduga menjadi pelaku dan korban tindak pidana pemerasan di lingkungan pemerintah daerah dan swasta.
Sejauh ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.
Mereka ialah Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, orang kepercayaan bupati yakni Mohamad Haris alias Gus Haris, Anggota Polri yang berdinas di KPK sebagai staf administrasi lembaga, Setya Budi Dias Oktavianto, serta ayah Dias yang bernama Lilik Budi Suprianto (LBS).
Baca Juga: Cekcok Chat Wanita Lain, Suami Bunuh Istri Pakai Palu di Grogol
Atas kasus tersebut, Anom sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Gedung Merah Putih KPK usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, pada Senin, (27/7/26).
Berdasarkan laporan KPK, Gus Haris diduga sempat mengumpulkan uang hasil pemerasan dari bahawan bupati dan rekanan swasta.
Plh Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein menyebut Anom bersama Gus Haris memeras sejumlah perangkat daerah dan pihak swasta untuk kepentingan pribadi.
KPK mengatakan, dari pemerasan tersebut, Bupati Anom mengumpulkan uang senilai Rp1,98 miliar.
Baca Juga: Rangkaian Semarak HUT ke-81 RI, Ada Zikir Bersama hingga Merdeka Run
"AWI melalui GHA diduga meminta uang ke sejumlah perangkat daerah maupun pihak rekanan swasta untuk keperluan pribadinya," kata Taufik dikutip dalam keterangannya, pada Jumat, (31/7/26).
"Ada pun, GHA mengumpulkan uang dengan total nilai mencapai Rp1,98 miliar,” imbuhnya.
Lantas, siapakah sebenarnya sosok Gus Haris yang diketahui merupakan orang kepercayaan atau tangan kanan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro itu? Berikut ulasannya.
Tangan Kanan sang Bupati Pemalang