polhukam

Sejumlah Influencer Terima Intimidasi dan Teror, Safenet Voice: Wajah Totalitarianisme Rezim Prabowo dan Gibran

Jumat, 2 Januari 2026 | 21:05 WIB
Sejumlah influencer seperti Sherly Annavita mendapat teror dan intimidasi, Safenet Voice sebut totalitarianisme Prabowo dan Gibran. (Instagram.com/@sherlyannavita)

SENAYANPOST - Sejumlah influencer baru-baru ini mendapat teror dan intimidasi dari orang tak dikenal.

Sebut saja Sherly Annavita yang belum lama ini mendapatkan intimidasi dan teror, terlihat mobilnya dipilox dan juga menerima telor busuk di halaman rumahnya.

Tidak hanya Sherly, DJ Donny juga mendapat kiriman bom molotov di rumahnya dan sudah dilaporkan kepada pihak berwajib.

Menanggapi hal ini, Safenet Voice memberikan pernyataan terbuka terkait hal tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Skandal Korupsi Pagar Laut hingga Whoosh, Nilai Hukum Tajam ke Bawah tapi Tumpul ke Atas

"Di penghujung tahun 2025 sebelum menyambut tahun baru, sebanyak 91 lembaga dan kolektif serta 51 individu menyuarakan keprihatinan dan juga menyerukan solidaritas kepada sejumlah orang yang mendapatkan teror dan intimidasi," tulis pernyataan Safenet Voice pada 31 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com.

Insiden teror dan intimidasi ini menjadi catatan di akhir 2025 selama pemerintahan Prabowo dan Gibran.

"Duka dan lara menambah deretan panjang kaleidoskop buruk dan inkompetensi dari pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Serangan berupa teror dan intimidasi terhadap warga negara yang kritis menjadi penanda yang sah untuk menyebut bahwa wajah anti demokrasi dan otoritarian benar-benar terjadi dan dipraktikkan dalam bentuk yang paling menjijikkan," lanjutnya.

Tidak hanya Sherly Annavita, sejumlah influencer lainnya seperti Iqbal Damanik, Virdian Aurellio dan akun Instagram @pitengz_oposipit mendapat perlakuan serupa.

Baca Juga: Komentar Menohok Influencer DJ Donny di Awal 2026 Usai Rumahnya Dilempar Bom Molotov: seperti Bocah Kecil

"Serangan teror dan intimidasi terhadap banyak warga yang kritis dan pemengaruh di media sosial, antara lain Iqbal Damanik (Aktivis Greenpeace), Ramond Dony Adam (DJ Donny), Sherly Annavita, Virdian Aurellio, dan akun Instagram @pitengz_oposipit adalah sebuah serangan terhadap nilai demokrasi dan kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat yang dijamin oleh konstitusi dan regulasi," ungkapnya.

Pihaknya juga menyoroti insiden tersebut sebagai penanda wajah totalitarianisme pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Situasi ini mau tidak mau menjadi penanda bagi kita untuk menjaga satu sama lain. Warga jaga warga. Koalisi masyarakat sipil tidak akan mendorong tuntutan dan desakan, karena kami rasa tuntutan atau desakan tidak akan banyak berguna dalam rezim penguasa yang pongah dan lalim," jelasnya.

Safenet Voice mengajak masyarakat untuk saling menjaga, dalam hal ini kebebasan berekspresi dan berpendapat di Indonesia.

Baca Juga: Viral Puluhan Warga Aceh Derek Mobil PLN Lewati Jalan Berlumpur, Terjang Medan Berat dan Licin

Halaman:

Tags

Terkini