polhukam

Pandji Pragiwaksono Soroti 20 Korban Pencabulan di Ponpes Maros: Ingatkan Kasus Itu Isu yang Besar, Bukan Dibesar-besarkan

Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:03 WIB
Influencer Pandji Pragiwaksono menyoroti kasus pencabulan di Ponpes Maros belum lama ini, kritik pernyataan Menag Nasaruddin Umar. (Tangkap layar Youtube Pandji Pragiwaksono dan Instagram.com/@kemenag_ri)

Serangkaian kasus itu terjadi hampir di berbagai daerah, mulai dari Trenggalek, Agam, Karawang, hingga Bekasi.

Baca Juga: Rencanakan Bangun Masjid Istiqlal di Palestina, Prof Nasaruddin Umar Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Bahkan pada Agustus 2025, polisi menetapkan ketua yayasan pesantren di Tapanuli Selatan sebagai tersangka pemerkosaan terhadap santriwati berusia 17 tahun.

Kondisi ini membuat Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, mendorong pemerintah segera menyusun kurikulum anti pencabulan dan kekerasan seksual di sekolah dan pesantren.

Kritik DPR: Kepercayaan Dilukai, Harapan Dikhianati

Dalam kesempatan berbeda, Lalu Hadrian menilai lembaga pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar, bukan tempat yang menimbulkan trauma.

"Namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Tempat yang seharusnya menjadi rumah kedua bagi anak-anak kini berubah menjadi arena teror, tempat di mana kepercayaan dilukai dan harapan dikhianati," ujar Lalu dalam keterangan resminya, pada Selasa, 22 Juli 2025.

Baca Juga: Isu Anies Baswedan Bakal Dijegal di Pemilu 2024, Musni Umar: Bukan Isapan Jempol Semata

Hingga kini, pernyataan Menag Nasaruddin menimbulkan perdebatan lebih luas.

Salah satu poinnya, terkait pemerintah yang akan serius membangun sistem perlindungan di pesantren, atau justru membiarkan narasi 'isu dibesar-besarkan' menutupi akar persoalan yang sesungguhnya.***

Halaman:

Tags

Terkini