"Kalau saya tuduh Anda ada sebagai penjahat atau pencuri, Anda tidak bisa terima juga," jelasnya.
Baca Juga: Suporter Klub Liga 1 di Indonesia dapat Tantangan dari Erick Thohir, Apa Tuh?
Kemudian Luhut juga bercerita bahwa selama ia berkarier di militer belum pernah mendapatkan tudingan atau perlakuan seperti itu.
"Jadi Yang Mulia, itu menurut saya sebagai orang tua dan sebagai seorang bekas prajurit, prajurit saya di Kopassus, sekian lama saya tidak terima perlakuan itu," bebernya.
Luhut juga membantah tudingan Haris dan Fatia bahwa ia memiliki bisnis di Papua.
Baca Juga: AHY Tanggapi Pernyataan Puan Maharani Sebagai Cawapres Ganjar di Pilpres 2024
Menurutnya, tudingan kedua terdakwa dalam video tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki bukti.
Namun ia mengakui bahwa sudah banyak anak buahnya yang gugur dalam operasi militer yang dilakukannya saat di Papua.
"Saya punya anak buah gugur di daerah operasi sudah banyak dan saya dibilang penjahat itu sangat menyakitkan bagi saya," ungkapnya.
Baca Juga: Ini Ubahan pada Daihatsu Terios Baru yang Harganya Rp200 Jutaan
Sebagaimana diketahui, terdakwa Haris Azhar mengunggah 'Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi - Ops Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada Satu!' di kanal YouTube pribadinya.
Haris dan Fatia dalam video tersebut membahas tentang kajian cepat Koalisi Bersihkan Indonesia dengan judul 'Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya'.
Haris Azhar merupakan Direktur Lokataru sementara Fatia Maulidiyanti adalah Koordinator KontraS.***
Artikel Terkait
Abu-Abu Dukungan Jokowi untuk Ganjar di Pilpres 2024, Diam-Diam Usung Prabowo?
Pemilu 2024: Gerindra Minta 'Wangsit' Jokowi soal Cawapres Prabowo Subianto, Erick Thohir Termasuk Kandidat?
Dana Desa Diduga Disalahgunakan Beli Senjata Ilegal oleh KKB Papua, Juru Bicara Kabupaten Nduga Bilang Begini
Puji Ganjar Pronowo Setinggi Langit, Jokowi Sebut Paket Komplit di Pilpres 2024
AHY Tanggapi Pernyataan Puan Maharani Sebagai Cawapres Ganjar di Pilpres 2024