Menurutnya, jika tak menyentuh persoalan tafsir, maka permasalahan tersebut jauh dari penistaan agama.
Contohkan Sikap Gus Dur yang Sempat jadi Bahan Lawakan Bagito
Dalam siniar tersebut, Mahfud MD memberi contoh saat Gus Dur dijadikan bahan lawakan, tapi tak dipermasalahkan meski sedang menjabat sebagai Presiden.
"Ketika Gus Dur jadi Presiden, kelompok lawak meminta maaf sendiri pada Gus Dur padahal Gus Dur nggak apa-apa. Jadi, pakai kacamata hitam, pakai peci, lalu jalan gitu, mata merem karena buta lah, kan itu ngejek Gus Dur, lalu nabrak mic," ujar Mahfud MD.
"Orang-orang di bawah marah, tapi kata Gus Dur nggak apa-apa, itu waktu Gus Dur jadi Presiden. Itu pas Bagito dan kemudian minta maaf," lanjutnya.
Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) itu kemudian mengatakan bahwa banyak orang Nahdlatul Ulama (NU) marah dan menganggapnya sebagai penghinaan.
"Anak-anak Banser, anak-anak NU marah, menyebut itu penghinaan pada pemimpin. Tapi, Gus Dur langsung bilang nggak ada (penghinaan), tidak merasa terhina," tambahnya.
Pandji sendiri selain dilaporkan atas dugaan penistaan agama juga diduga telah menghina Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dengan menyebut terlihat mengantuk.
"Jadi, kenapa hanya kalau dibilang, 'Maaf ente ngantuk' itu penghinaan apa? Kan tidak bisa dianalogikan ke sesuatu. Gus Dur yang jelas dianalogikan orang buta aja, nggak apa-apa," tandasnya.***
Artikel Terkait
Eks Ketua KPK Abraham Samad Bongkar Rumusan KUHP 2026 usai Show 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Berujung ke Meja Hukum
Pandji Pragiwaksono Bongkar soal Anies Baswedan Tak Masuk Pusaran Kritik di Mens Rea, Ada Faktor Dukungan Politik?
Mahfud MD Sorot Laporan Polisi pada Pandji Pragiwaksono, Bahas soal Isu Tambang untuk Ormas di Mens Rea
Pandji Pragiwaksono Sebut Gibran Ngantuk saat Mens Rea, Mahfud MD: Itu Keadaan Biasa
Komentari Kasus Pandji Pragiwaksono, Komika Arie Kriting Ungkap Batasan Komedi soal Agama