Lebih lanjut, Arie Kriting menjelaskan bahwa mereka tidak akan mengangkat materi komedi dari ritual keagamaan, melainkan kebiasaannya.
"Ritual ini kan sesuatu yang sifatnya mutlak, kalau dalam Islam mungkin syariat ya. Kemudian kalau Kristen ada beberapa tata cara beribadah, Hindu, Buddha mereka juga seperti itu," tambahnya.
"Nah, itu kita pasti akan sedikit enggan berkomedi di ranah itu. Bahkan meskipun itu agama kita sendiri. Misalnya saya Islam, kemudian berkomedi tentang Islam," terangnya.
Namun, ketika berkomedi dengan kebiasaan atau tidak berkaitan dengan tata cara ibadah, menurutnya hal tersebut dibolehkan.
"Misalnya nih, kebiasaan salat Id bawa alas koran. Itu tidak pernah dianjurkan dalam agama dan di dalam hadits. Tapi itu kebiasaan masyarakat saja yang mungkin malas sajadahnya basah kalau di lapangan rumput, jadi bawa koran," jelasnya.
"Saya punya materinya itu, saya nggak suka begitu karena kalau pakai koran, kadang namanya iman lemah, kita lagi salat baca sesuatu yang sensual kan jadi kebayang ya, 'Astaghfirullah, ini sambungannya mana?'" lanjutnya.
Contoh tersebut, menurut Arie Kriting bukan bentuk mengkomedikan tata cara, melainkan kebiasaan.***
Artikel Terkait
Tompi Kritik Materi Pandji Pragiwaksono di Mens Rea, Sorot Lelucon Fisik Gibran
Eks Ketua KPK Abraham Samad Bongkar Rumusan KUHP 2026 usai Show 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono Berujung ke Meja Hukum
Pandji Pragiwaksono Bongkar soal Anies Baswedan Tak Masuk Pusaran Kritik di Mens Rea, Ada Faktor Dukungan Politik?
Mahfud MD Sorot Laporan Polisi pada Pandji Pragiwaksono, Bahas soal Isu Tambang untuk Ormas di Mens Rea
Pandji Pragiwaksono Sebut Gibran Ngantuk saat Mens Rea, Mahfud MD: Itu Keadaan Biasa