Sebelumnya, Prasetyo menyatakan bahwa Prabowo langsung mengetahui adanya insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta di hari kejadian, yakni pada Jumat, 7 November 2025.
"Sudah (tahu). Tentu yang pertama ini merupakan keprihatinan kita, kembali terjadi hal yang tidak diinginkan," ucap Prasetyo di Istana Kepresidenan pada Jumat, 7 November 2025.
“Kedua, beliau bereaksi untuk prioritas penanganan korban dan menyampaikan bahwa peristiwa ini jadi peringatan kita semua, mari waspada, peduli terhadap lingkungan, sekitar, jika ada hal yang dirasa mencurigakan untuk kita makin peduli, baik di lingkungan rumah maupun sekolah,” tambahnya.
DPR Singgung Media Sosial Pengaruhi Psikologis Anak
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut bahwa terduga pelaku yang juga pelajar SMAN 72 Jakarta itu terpengaruh oleh media sosial (medsos).
"Kita imbau kepada sekolah-sekolah untuk menerapkan asas kehati-hatian, terutama kepada para murid," ujar Dasco kepada awak media di RS Islam Cempaka Putih pada Jumat, 9 November 2025.
"Jangan sembarangan melihat-lihat gadget, karena itu antara lain mungkin tadi akibat pengaruh dari apa yang dilihat di media-media sosial," sambungnya.
Pihak berwajib saat ini masih melakukan penyidikan meski identitas terduga pelaku sudah dikantongi dan telah melakukan penggeledahan ke rumahnya untuk penyesuaian barang bukti.***
Artikel Terkait
Soal Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Kapolda Metro Jaya hingga Wamenko Polkam Lodewijk Minta Tak Langsung Dikaitkan Terorisme
Datangi RS Islam Cempaka Putih, Pramono Anung Ungkap Kondisi Korban Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading
Cerita Saksi soal Pelaku Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jadi Korban Perundungan, Diduga Ingin Balas Dendam
Pelaku Insiden Ledakan Misterius di SMAN 72 Kelapa Gading Diduga Berusia 17 Tahun, Picu Ancaman Serius Pengaruh Medsos bagi Anak
Kapolri Pastikan Terduga Pelaku Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading adalah Siswa, Polisi Dalami Motif dan Paparan Ideologi