AM Hendropriyono Sebut Keputusan Indonesia hadiri KTT BRICS Tepat, Puji Langkah Presiden Prabowo Subianto

photo author
Risma P., Senayan Post
- Kamis, 7 November 2024 | 18:30 WIB
AM Hendropriyono dan Presiden Prabowo Subianto
AM Hendropriyono dan Presiden Prabowo Subianto

SENAYANPOST - Guru Besar Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof AM Hendropriyono menyebut langkah Indonesia menghadiri KTT BRICS tepat.

Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memutuskan menghadiri KTT BRICS atau kelompok negara-negara Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, menyampaikan dalam KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia pada 24 Oktober 2024 lalu, bahwa Indonesia memutuskan untuk hadir dalam pertemuan BRICS.

Baca Juga: Tantangan Geopolitik Global era Proxy War Diungkap AM Hendropriyono dalam Wisuda Sekolah Tinggi Hukum Militer

AM Hendropriyono pun memuji langkah yang diambil Presiden Prabowo Subianto tepat.

"Indonesia hadir dalam sesi outreach yang dapat kita harapkan, sebagai suatu praksis dari hakikat Konferensi Asia Afrika tahun 1955 dahulu di Bandung. Kita kini sudah menjadi mitra walaupun bukan anggota BRICS, bersama dengan Malaysia, Thailand dan Vietnam," ujar Hendropriyono saat menyampaikan Orasi Ilmiah dalam Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM), Kamis 7 November 2024.

"Ini merupakan langkah yang tepat dalam menjawab perkembangan keadaan geopolitik di Eropa dan Timur Tengah, yang demikian cepat dan semakin tak menentu," ungkapnya.

Baca Juga: AM Hendropriyono Apresiasi Keputusan Indonesia Hadiri KTT BRICS di Era Geopolitik yang Tak Menentu

Menurutnya AM Hendropriyono, sejumlah konflik i Eropa maupun Timur Tengah, salah satunya adalah perang Ukraina-Rusia yang sudah berlangsung selama 1.000 hari belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

"Perang di Eropa tersebut merupakan suatu Proxy War, yang Ukraina menjadi Proxy dari Amerika Serikat untuk mengancam Rusia. Akibatnya, membuat aspek ekonomi negara-negara Eropa yang melemah dan makin hari makin terpuruk," ujarnya.

Di sisi lain, konflik Israel-Palestina juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca Juga: AM Hendropriyono Ungkap Tantangan Geopolitik Global di Era Proxy War dalam Orasi Ilmiah di Wisuda STHM

"Di belahan bumi yang lain yaitu di Timur Tengah, negara Israel juga merupakan Proxy dari Amerika Serikat (AS) dan dapat menjadi suatu Pariah State, setelah lebih dari 40 ribu orang rakyat terbunuh sejak tanggal 7 Oktober 2023," ungkap Hendropriyono.

Ia juga mengatakan keputusan Indonesia bergabung dengan BRICS merupakan wujud asas politik luar negeri bebas aktif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Risma P.

Sumber: Kilat.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X