Hal tersebut dilakukannya setiap lima tahun sekali saat ada pemilihan kepala daerah.
"Jadi kayak kepompong lah ya, bertransformasi, makanya aku minta maaf tiga kali. 2013, 2018 minta maaf lagi karena setiap lima tahun," ujarnya.
Bang Emil juga sudah memberikan pernyataan maaf terkait jejak digital yang terendus oleh netizen tersebut.
Baca Juga: Pilkada Jakarta 2024: Ridwan Kamil Sambangi Bamus Betawi, Ungkap Komitmen Ini
"2024 minta maaf lagi, jadi saya nggak tahu," katanya.
Pada intinya, Bang Emil meminta maaf atas cuitan-cuitan lawasnya tersebut.
"Jadi poinnya saya akui, saya minta maaf," tambahnya.
Ia juga menceritakan bahwa protes dan kritikan tajam kepada pemerintah setempat menjadi sebuah kebijakan positif saat menjabat.
"Sebelum saya jadi wali kota, saya mendemo Pemerintah Kota Bandung karena mau bikin apartemen di hutan kota," ungkapnya.
Kemudian saat menjadi wali kota, ia pun langsung memberikan perhatian terhadap isu tersebut.
Baca Juga: Lirik Lagu The Prayer yang Dinyanyikan Lyodra dalam Acara Misa Akbar Paus Fransiskus di Jakarta
"Pas jadi wali kota, minggu pertama yang aku lakukan adalah membatalkan persetujuan apartemen di hutan kota, jadi perjuangannya mewujud," jelasnya.
Dengan begitu, Bang Emil mengatakan bahwa apa yang disampaikan di platform media sosial tidak hanya sekedar protes dan kritikan, tetapi bisa menjadi solusi untuk warga.
"Saat saya menjadi wali kota saya salurkan marah-marah menjadi kebijakan," jelasnya.***
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Optimis di Pilkada Jakarta 2024: Saya Juga Pernah Menang Melawan Jenderal
Cuitan Lama Ridwan Kamil soal Jakarta Kembali Viral, Netizen: Jejak Digitalnya Sampai Begini
Pilkada Jakarta 2024: Ridwan Kamil Sambangi Bamus Betawi, Ungkap Komitmen Ini
Tanggapan Pramono Anung soal Usulan Ridwan Kamil Gelar Mobil Curhat untuk Warga Jakarta
Kunjungan Ridwan Kamil Diwarnai Keributan, Ini Penjelasan Bamus Betawi