"Majunya Gibran yang merupakan putra Presiden Jokowi menjadi game changer," kata.
Sebelumnya, Jokowi terlihat mendukung pasangan Ganjar-Mahfud MD yang merupakan kader dari PDIP.
"Perpecahan antara Jokowi dan elit PDIP makin dalam setelah Gibran maju sebagai pasangan cawapres Prabowo,"
Alfian menambahkan bahwa kritik dan serangan yang dilontarkan kubu lawan tidak berdampak besar terhadap elektabilitas Prabowo dan Gibran.
"Dengan berbaliknya situasi semula Ganjar memimpin kini justru jauh tertinggal dari Prabowo," ungkapnya.
Sementara itu, terdengar wacana bahwa paslon 3 dan 1 akan menggalang aliansi.
"Paslon nomor 3 mewacanakan untuk menggalang aliansi dengan nomor 1 dalam upaya mendorong agar Pilpres bisa berlangsung dalam dua putaran," jelasnya.
Kemudian Prabowo dan Gibran juga dinilai paling siap untuk melanjutkan program Jokowi.
"Prabowo-Gibran yang menampilkan diri paling siap melanjutkan program Jokowi berkorelasi dengan tingginya tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi juga secara terang-terangan 'berpihak' kepada salah satu paslon yang menuai kritik dari masyarakat hingga perguruan tinggi.
"Meskipun aspek netralitas terus ditekankan, kandidat yang didukung petahana selalu dalam posisi diuntungkan," jelas Alfian.***
Artikel Terkait
Cinta Mega Dipecat Partai Buntut Main Judi Slot, PDIP Singgung soal Elektabilitas
Hasil Survei: 3 Lembaga Sepakat Ganjar Pranowo Unggul dalam Elektabilitas, Anies Baswedan Posisi Ketiga
Elektabilitas Anies Baswedan di Belakang Ganjar Pranowo dan Prabowo, Capres Partai Nasdem Justru Bilang Ini
Survei Terbaru Poltracking: Elektabilitas Prabowo-Gibran 46,7 Persen Ungguli Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud
Survei Elektabilitas ARCHI Usai Debat Kelima: AMIN Naik 3,92 Persen, Prabowo dan Gibran Turun Segini