Opini: Olahraga Sepakbola dan Olahseni Politik

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 11 April 2023 | 07:05 WIB
Opini sepakbola
Opini sepakbola

Lalu, mana yang benar: sepakbola dan politik harus dipisahkan, atau harus satu kesatuan - biarlah sejarah negeri +62 yang akan membuktikannya kelak.

Baca Juga: Pemain Asing Persija Jakarta Hanno Bahrens Pulang Kampung, Gegara Masalah Ini

Yang jelas, sejarah mencatat: sepakbola adalah olahraga favorit pejuang kemerdekaan Indonesia. Banyak para pendiri bangsa yang terlibat dalam perumusan Pancasila merupakan penggemar dan pemain sepakbola.

Bung Karno, misalnya, adalah penggemar sepakbola. Sedangkan Bung Hatta, tidak hanya penggemar, tapi juga pemain bola.

Tokoh pejuang kemerdekaan lain yang menjadikan sepakbola sebagai olahraga favoritnya, dalam sejarah tercatat: Tan Malaka, Sutomo, Muhammad Husni Thamrin, Sutan Sjahrir, dan Muhammad Yamin.

Nama tokoh kemerdekaan terakhir ini bahkan diabadikan dalam Stadion Olahraga Muhammad Yamin di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Baca Juga: Arus Mudik Meningkat Drastis pada Lebaran, Presiden Jokowi: Hati-Hati

Gambaran di atas menunjukkan bahwa sepakbola adalah olahraga yang tidak hanya digemari rakyat kecil dan terpencil seperti di pelosok Papua, tapi juga digemari tokoh-tokoh besar perjuangan kemerdekaan di Pulau Jawa, yang saat itu menjadi pusat pergerakan nasional untuk mewujudkan NKRI.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang didirikan di Yogyakarta 19 April 1930 (di mana ketua umum pertamanya Ir. Soeratin) tercatat sebagai organisasi pertama Indonesia yang berani mengusung kata azimat “Persatuan Seluruh Indonesia”.

Kalimat azimat yang ada dalam PSSI ini kemudian menjadi kata perjuangan untuk organisasi lain dalam menggelorakan slogan Persatuan Seluruh Indonesia.

Dengan demikian, sepakbola bukan sekadar olahraga bal-balan, tapi juga sarana untuk menumbuhkan nasionalisme.

Baca Juga: Pemain Asing Persija Jakarta Hanno Bahrens Pulang Kampung, Gegara Masalah Ini

Tokoh sepakbola lain yang terlibat dalam perumusan dasar negara Pancasila di sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) adalah Liem Koen Hian.

Dalam Sidang BPUPKI, tokoh Tionghoa ini selalu menyerukan persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam dunia sepakbola, Liem Koen Hian adalah tokoh penting di balik pemboikotan kompetisi besar pertandingan sepakbola Belanda di Surabaya.

Pada 13-16 Mei 1932, Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB), Induk Organisasi Sepakbola Belanda, mengadakan pertandingan sepakbola seluruh Hindia Belanda di Surabaya untuk memperebutkan Piala Kampiun Nederlansch Indie atau Juara Hindia Belanda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X