1 Tahun Tragedi Kanjuruhan Malang, Keluarga Korban Tuntut Keadilan Ditegakkan

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 2 Oktober 2023 | 17:36 WIB
Ilustrasi, mengenang Tragedi Kanjuruhan di Malang yang menewaskan setidaknya 135 orang, keluarga korban hingga kini minta keadilan. (Pixabay.com/Hubert de Thé)
Ilustrasi, mengenang Tragedi Kanjuruhan di Malang yang menewaskan setidaknya 135 orang, keluarga korban hingga kini minta keadilan. (Pixabay.com/Hubert de Thé)

SENAYANPOST - Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi satu tahun yang lalu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Insiden Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi 1 Oktober 2022 setidaknya telah menewaskan 135 orang dan 400 orang lainnya mengalami luka-luka.

Diketahui, Tragedi Kanjuruhan Malang tersebut terjadi pada 1 Oktober 2023 ketika ada pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Di Tengah Krisis Anggaran, Joe Biden Pastikan AS Tetap Dukung Ukraina

Banyak orang tidak menyangka hiburan sepak bola tersebut harus berakhir dengan air mata.

Salah seorang keluarga korban, Rini Hanifa tidak sanggup mengingat kematian putranya yang bernama Agus Rian Syah Pratama Putra.

"Beberapa keluarga korban, termasuk saya, tidak tahan dan ada yang pingsan. Saya merasa seperti tidak bisa bernapas," kata Rini pada 1 Oktober 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera

Baca Juga: Elektabilitas Anies Baswedan di Belakang Ganjar Pranowo dan Prabowo, Capres Partai Nasdem Justru Bilang Ini

Kini, Rini hanya bisa mendoakan putranya yang kini sudah tiada.

Rasa ketidakadilan terlihat jelas ketika beberapa bagian stadion, yang sekarang dalam proses pembangunan kembali sesuai spesifikasi FIFA, dibakar dan api berkobar di seluruh lapangan.

Namun bagi Rini, pengalaman berada di Kanjuruhan sungguh luar biasa. Dia pulang lebih awal.

Baca Juga: Disney Plus Konfirmasi Empat Tayangan Marvel dan Star Wars di Bulan Oktober, Ada Loki Season 2 Menanti

"Saya hanya berdiri di luar gerbang 13 dan memikirkan bagaimana perasaan anak saya ketika dia kesulitan bernapas dan tidak bisa bernapas karena gas air mata," ujarnya.

"Kami semua hanya membayangkan bagaimana anak-anak kami meninggal di sana, berteriak minta tolong karena paru-paru mereka terbakar," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Lagu H.E.R, Taeyong NCT

Rabu, 24 Desember 2025 | 06:10 WIB
X