SENAYANPOST - Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi satu tahun yang lalu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.
Insiden Tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi 1 Oktober 2022 setidaknya telah menewaskan 135 orang dan 400 orang lainnya mengalami luka-luka.
Diketahui, Tragedi Kanjuruhan Malang tersebut terjadi pada 1 Oktober 2023 ketika ada pertandingan Arema Malang vs Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Di Tengah Krisis Anggaran, Joe Biden Pastikan AS Tetap Dukung Ukraina
Banyak orang tidak menyangka hiburan sepak bola tersebut harus berakhir dengan air mata.
Salah seorang keluarga korban, Rini Hanifa tidak sanggup mengingat kematian putranya yang bernama Agus Rian Syah Pratama Putra.
"Beberapa keluarga korban, termasuk saya, tidak tahan dan ada yang pingsan. Saya merasa seperti tidak bisa bernapas," kata Rini pada 1 Oktober 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera
Kini, Rini hanya bisa mendoakan putranya yang kini sudah tiada.
Rasa ketidakadilan terlihat jelas ketika beberapa bagian stadion, yang sekarang dalam proses pembangunan kembali sesuai spesifikasi FIFA, dibakar dan api berkobar di seluruh lapangan.
Namun bagi Rini, pengalaman berada di Kanjuruhan sungguh luar biasa. Dia pulang lebih awal.
"Saya hanya berdiri di luar gerbang 13 dan memikirkan bagaimana perasaan anak saya ketika dia kesulitan bernapas dan tidak bisa bernapas karena gas air mata," ujarnya.
"Kami semua hanya membayangkan bagaimana anak-anak kami meninggal di sana, berteriak minta tolong karena paru-paru mereka terbakar," tambahnya.
Artikel Terkait
135 Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Tersangksa Hanya Dihukum 1 Tahun
2 Terdakwa Kasus Tragedi Kanjuruhan Vonis Bebas, Keluarga Korban: Tidak Ada Keadilan di Sini
Bukan Tragedi Kanjuruhan, Bung Binder Sebut Gegara Ini Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20
Persis Solo Patuhi PSSI, Ramadhan Sananta Bergabung dengan Timnas Indonesia di Ajang Asian Games 2023
Satgas Anti Mafia Bola Polri Tetapkan 6 Tersangka Suap Liga 2 Tahun 2018, Ini Modus Operandinya