Burhanuddin mengungkapkan bahwa survei tersebut dilakukan pada Februari hingga Maret 2023.
Kemudian Survei Indikator Politik menjelaskan soal top of mind calon pemimpin Jakarta selanjutnya.
Burhanuddin menerangkan bahwa pada Juli 2022, Anies Baswedan memimpin dengan angka 30,3 persen.
Angka tersebut terus menurun ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu dideklarasikan sebagai calon presiden (capres).
"Karena ada partai yang mengumumkan Anies sebagai capres, maka turun dari 30 ke 6 persen," terangnya.
"Ahok ada sedikit kenaikan, Sandi stagnan, Ridwan Kamil naik, Gibran tiba-tiba muncul," lanjutnya.
Kemudian Indikator Politik Indonesia mengadakan simulasi semi terbuka untuk 27 nama.
Ahok masih memimpin dengan elektabilitas sebesar 19,3 persen.
Posisi kedua ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.
"Simulasi terbuka, artinya kita kasih (responden) pilihan nama alfabetis, bukan top of mind, masih ada nama Ahok dalam simulasi ini," jelasnya.
Kemudian simulasi diubah dengan mengurangi nama Anies Baswedan.