Hanya 30 persen saja dari para pasien yang mengaku sembuh karena nyata merasa lebih nyaman, dibandingkan dengan rasa sakit pada pinggang atau lututnya sebelum ditangani oleh Ida.
Baca Juga: AM Hendropriyono: Pentingnya Aksara Nusantara Bagi Indonesia
Sisanya 70 persen dari pasien merasa kondisinya tetap tidak berubah, dibandingkan dengan rasa setelah dipijat dan diluruskan tangan atau kakinya yang bengkok.
Kesimpulan dari survey lapangan yang singkat tetapi meyakinkan ini adalah Ibu Ida bukan dukun dayak yang sakti, namun tidak menipu karena biaya praktiknya gratis.
Ia hanya berjualan minyak gosok untuk pijat seharga yang masuk akal, sesuai dengan kuantitas volumenya di dalam botol.
*Pengamat perilaku sosial.***