Tiongkok diketahui telah menolak keanggotaan tersebut.
"Tiongkok menolak tawaran AS dan mengecam Dewan tersebut dan ini berpotensi menggerus hubungan baik Indonesia dengan berbagai negara lain," ungkapnya.
Shofwan juga mengingatkan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian ini juga bisa menodai reputasi di dunia internasional.
Tidak hanya itu, keikutsertaan Indonesia bisa menimbulkan persepsi bahwa Indonesia mudah didikte oleh Trump.
"Jika kita melihat negara lain yang telah memutuskan bergabung, mayoritas adalah negara-negara yang memiliki kecenderungan non-demokratis, sehingga dapat membuat Indonesia diasosiasikan sebagai bagian dari the illiberal international," pungkasnya.***