Mengenang Dua Tahun Kepwrgian Buya Syafii
Oleh: Wisnu Salman, Alumnus ITB/Direktur Salman Aman Foundation
SENAYANPOST - Ada kisah menarik tentang Buya Ahmad Syafii Maarif. Setiap dapat honor dari tulisan atau seminar, Buya Syafii naik sepeda keliling kampung.
Beliau memberikan honor yang diterimanya kepada orang-orang miskin di sekitar tempat tinggalnya, Perumahan Nogotirto, Gamping, Sleman.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa Buya Syafii adalah orang yang senang berbagi. Atau senang berinfak dengan uang atau harta yang dimilikinya.
Berbagi, berinfak atau berderma, kini sedang populer di dunia modern. Sebabnya, jika orang memberi sesuatu kepada orang lain, dan si penerima bahagia dengan pemberian tadi, maka si pemberi akan mendapat kebahagiaan pula.
Baca Juga: Tauladani Buya Syafii, Kader Muda Muhammadiyah Refleksikan Pemikirannya
Kebahagiaan si pemberi, kadang lebih besar dari kebahagiaan si penerima. Rupanya energi kebahagiaan yang dipantulkan si penerima kepada si pemberi sangat kuat, sehingga kebahagiaan yang muncul di hati si pemberi lebih besar dari kebahagiaan si penerima.
Sebuah riset di AS dilakukan kepada dua kelompok mahasiswa. Masing-masing kelompok diberi uang 50 USD.
Kelompok pertama, diminta membelanjakan uang 50 USD-nya untuk dirinya sendiri. Kelompok kedua, diminta untuk memberikan uang 50 USD-nya kepada orang lain, baik dalam bentuk tunai maupun hadiah barang.
Hasilnya, melalui uji statistik, kelompok kedua membuat respondennya lebih bahagia.
Baca Juga: Opini: Buya Syafii dan Flexing Tokoh Agama (Mengenang 2 Tahun Kepergian Buya Syafii)
Hormon endorfinnya bertambah, riset serupa dilakuan di berbagai universitas di AS, hasilnya secara empiris sama, berderma itu membahagiakan.
Riset tentang korelasi kebahagiaan dan pemberian, (sedekah, infak) seperti dipaparkan di atas secara ilmiah empiris bisa dibuktikan.