Pendek kata, pernyataan bahwa jilbab adalah wajib hanyalah tafsir, sebagaimana pernyataan bahwa jilbab tidak wajib juga tafsir.
Manakah yang paling benar. Namanya juga tafsir, semua bisa salah sebagaimana semua bisa benar.
Tapi satu hal: hanya Allah SWT yang Maha Benar.
Bagi penulis, yang terpenting bukan perdebatan pada apakah berjilbab itu wajib atau tidak, tetapi apakah seseorang itu benar-benar konsekuen dan konsisten untuk menjaga adab dan perilaku yang baik dan sopan.
Baca Juga: RS Indonesia di Gaza Dikepung Tentara Israel, Menlu Retno Marsudi Ungkap 3 WNI Hilang Kontak
Buat apa jika seseorang perempuan itu berjilbab tetapi perilakunya buruk dan sering melakukan perbuatan tercela lainnya yang bertentangan dengan martabat kemanusiaannya.
Demikian pula dengan kaum pria Arab, mereka harus menggunakan kafiyeh (sorban) dan berbusana panjang yang menutup seluruh tubuh agar terhindar dari pasir dan sengatan matahari padang pasir.
Apalagi teknologi pendingin ruangan atau AC kala itu belum populer di tanah Arab khususnya Arab Saudi.
Pada mulanya Masjid Nabawi pun belum ber-AC layaknya sekarang ini yang membuat udaranya sejuk sehingga membuat jama'ah dapat bershalat dengan khusyu.
Baca Juga: Jadwal Tayang Anime One Piece Episode 1085, Lengkap dengan Prediksi!
Di samping hal-hal tersebut di atas ada hal lain yang masih menjadi pro kontra di dalam umat Islam Indonesia khususnya para Ulama, Kyai, Ustaz dan para Habaib, yaitu pandangan Bung Karno yang berpendapat bahwa tabir pada shalat berjama’ah adalah lambang perbudakan bagi perempuan.
Tabir adalah Lambang Perbudakan Perempuan
Judul di atas diambil dari judul artikel Bung Karno di harian Panji Islam pada tahun 1939 dan dimuat di kitab di bawah Bendera Revolusi jilid I.
Di situ Bung Karno antara lain menulis: Saya anggap tabir itu sebagai suatu simbol. Simbolnya perbudakan perempuan, sebaliknya Islam mau mengangkat derajat kaum perempuan. Tabir adalah suatu contoh dari hal yang tidak diperintahkan oleh Islam tetapi diadakan oleh umat Islam. Padalah jika kita melaksanakan shalat di Masjidil Haram terlihat antara perempuan dan laki-laki berbaur menjadi satu tanpa adanya tabir pemisah.
Baca Juga: AM Hendropriyono: Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Menang Pilpres 2024