Istri Nabi Muhammad SAW itu kemudian mengadukan perlakuan tidak baik para pengganggu itu kepada Rasulullah SAW. Tetapi mereka berdalih, "Kami hanya mengganggu budak-budak saja."
Atas dasar dalih orang-orang munafik itulah Allah SWT kemudian menurunkan QS Al-Ahzaab 59 yang selama ini dijadikan dalil oleh sebagian umat Islam untuk mewajibkan jilbab.
Dari sebab-sebab turunnya ayat itu jelas bisa dipahami bahwa tujuan memakai jilbab buat kaum perempuan sebenarnya untuk mencapai derajat sopan santun dalam berpakaian, agar kaum perempuan Arab yang sudah masuk Islam saat itu berbeda dengan kaum budak.
Menurut tradisi Arab zaman dulu, budak memang tidak boleh menggunakan jilbab agar lebih mudah dikenali oleh para tuan mereka.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Ini Profil Abu Ubaidah Juru Bicara Brigade Al Qassam Hamas
Tujuan perintah Al-Quran agar kaum perempuan bersopan santun dalam berpakaian itulah yang diwajibkan, bukan kewajiban berjilbab.
Esensi ajaran Islam itulah yang kemudian ditangkap dengan baik oleh Pangeran Arab Saudi Mohammed Bin Salman.
Putera Mahkota Kerajaan Arab Saudi berpikiran moderat itu kini tak lagi menjadikan jilbab sebagai kewajiban yang harus dikenakan oleh kaum perempuan Arab Saudi.
Dia menilai menggunakan jilbab adalah urusan pribadi, seperti yang ia sampaikan dalam wawancaranya dengan Media CBC (Canadian Broadcasting Corporation).
Baca Juga: 8 Simbol Perjuangan Rakyat Palestina Beserta Artinya, Nomor 4 Jarang Banyak yang Tahu!
Kerajaan yang kini dipimpinnya bersikap realistis dan tak lagi berharap dari berkah tambang minyak yang dulu pernah dinikmati negara ini bertahun-tahun.
Ke depan, sesuai Visi 2030 yang dicanangkannya, ia berharap pemasukan devisa negara dari sektor pariwisata.
Jika Arab Saudi tidak mengubah paradigama beragama dan terus eksklusif dengan tafsir mereka tantang perempuan khususnya tentang jilbab, negara ini dikhawatirkan akan kurang diminati oleh turis negara-negara internasional lainnya.
Itu baru sebagian dalil-dalil Al-Quran yang dijadikan dasar mewajibkan jilbab berikut argumentasinya, baik oleh mereka yang mengatakan jilbab wajib atau malah sebaliknya, padahal mereka menggunakan ayat yang sama sebagai dalil.
Baca Juga: Alasan Tentara Israel Targetkan Rumah Sakit di Gaza, Ini Analisis Pengamat