nasional

Opini: Indonesiaisme versus Arabisme

Sabtu, 25 November 2023 | 14:24 WIB
Ilustrasi, pemerhati sosial Guntur Soekarno dan Ahmad Basarah membahas dan mengelaborasi tentang Indonesiaisme versus Arabisme. (Pixabay.com/12019)

Fungsinya adalah pertama-tama sebagai pelindung dari debu padang pasir.

Kedua untuk mempertahankan agar suhu badan mereka tetap dapat dipertahankan sesuai dengan suhu tubuh normal yaitu 36-37 derajat Celcius di dalam bajunya, sedangkan di luar suhu udara dapat mencapai 40 derajat Celcius sampai dengan 48 derajat Celcius sehingga terasa lebih sejuk.

Tanpa perlindungan menyeluruh pastinya kulit wajah dan organ tubuh akan hangus terkena sengatan matahari padang pasir.

Memang banyak umat Islam berpendapat jilbab adalah wajib, tapi tidak sedikit pula yang berpendapat jilbab tidak wajib. Salah satu dalil yang dirujuk oleh mereka yang menyatakan jilbab wajib adalah firman Allah SWT dalam QS Al-Ahzaab ayat 59.

Baca Juga: Spoiler Awal Manga One Piece 1099: Awal Mula Proyek Pacifista, Kuma Ternyata Minta Hal Ini dari Vegapunk!

Dari sejumlah diskusi dengan banyak ahli tentang fiqih, penulis tertarik dengan penjelasan bahwa ayat mengenai jilbab ini baru diturunkan di Madinah, bukan di Makkah.

Jika soal jilbab ini demikian penting sepenting sholat, misalnya, tentu ayatnya akan diturunkan di Makkah.

Tapi selama 13 tahun Rasulullah SAW tinggal di Makkah, tidak ada satu pun ayat tentang perintah menggunakan jilbab diturunkan.

Artinya, jika rambut perempuan diyakini sebagai aurat yang harus ditutupi dan itu sangat urgent, bukankah perintah itu seharusnya diturunkan sejak Rasulullah SAW di Makkah?

Baca Juga: Petinggi Hamas Sebut Perjanjian Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Rampung

Apalagi jika kita merujuk pada Asbabun Nuzul (peristiwa penyebab turunnya ayat) Al Ahzaab 59 ini, kita akan bisa memahami tujuan Allah SWT menurunkan ayat itu.

Menurut banyak kitab yang menjelaskan Asbabun Nuzul Al Ahzaab ayat 59, saat di Madinah istri Rasullulah SAW pernah keluar malam untuk buang air kecil.

Maklum, di zaman dulu dan di jazirah Arab serta banyak di negara lainnya, WC untuk buang hajat dibuat terpisah dari rumah induk, tidak seperti rumah kita zaman sekarang di mana kamar mandi berada di dalam rumah.

Kesempatan itulah yang digunakan oleh orang-orang munafik untuk mengganggu istri Rasulullah tersebut.

Baca Juga: Beda dari Mangaka Lainnya, Yoshihiro Togashi Bagikan Spoiler Ending Hunter x Hunter!

Halaman:

Tags

Terkini