Walhasil Rocky Gerung harus siap menghadari ruang pengadilan yang kaku dan menegangkan nanti.
Baca Juga: Agensi Konfirmasi Rencana Wajib Militer Lee Do Hyun: Fanmeeting ‘The Beginning’ Jadi yang Terakhir
Kembali kepada problem etika dan pidana. Dalam kasus Rocky Gerung, masalah etika ini ternyata bertautan dengan pidana.
Rocky Gerung tampaknya kurang peka, ketika mengucapkan kata bajingan tolol dan bajingan pengecut, masa relawan dan pendukung Jokowi akan bangkit.
Mereka bangkit dengan logika rasional, karena apa yang dituduhkan Rocky Gerung bertentangan dengan fakta. Rocky mungkin masih "selamat" dari jeratan hukum ketika berujar kitab suci adalah fiksi.
Tapi kali ini, Rocky Gerung tidak bisa menghindari kejaran hukum tadi. Karena keberhasilan Presiden membangun Indonesia bukan fiksi. Tapi fakta yang sulit diingkari.***
Artikel Terkait
Kepala Basarnas Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap, Jokowi: Hormati Proses Hukum yang Ada
Ganjar Pranowo Yakin Jokowi Sudah Kantongi Pilihan Calon Presiden untuk Pemilu 2024
Pertemuan Jokowi Prabowo di Istana Munculkan Pertanyaan Siapa Calon yang Didukung dalam Pemilu 2024
Tak Hanya Rocky Gerung, Relawan Indonesia Bersatu Juga Laporkan Sosok Ini Atas Dugaan Penghinaan Jokowi
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan Peringatan 78 Tahun Kemerdekaan Indonesia
Presiden Jokowi Ungkap Hilirisasi Industri Nikel di Indonesia Bisa Melebihi Rp 8 Ribu Triliun
Prabowo Subianto Bertemu PSI, Grace Natalie: Kami Tegak Lurus dengan Pilihan Jokowi di Pilpres 2024