"Saya sering tegaskan, saya sudah bicara ke Pak Panji Gumilang, 'Hey macam-macam gue orang pertama yang akan beresin'. Itu," ungkapnya.
Baca Juga: NGAKU, Rendy Kjaernett Tato Wajah Syahnaz Sadiqah di Punggung!
Moeldoko menjelaskan bahwa saat menjabat sebagai Pangdam ia mengaku penasaran dengan Ponpes yang didirikan tahun 1999 tersebut.
"Jadi saya mulai (masih menjabat) Pangdam (III Siliwangi) itu sudah datang ke Al Zaytun, untuk melihat secara pasti apa yang dilakukan di sana," imbuhnya.
Ditanya apakah ia saat ini berkomunikasi dengan Panji Gumilang, KSP menjawab dengan tegas.
Baca Juga: Mario Dandy Resmi Sandang 2 Status Tersangka, Kasus Penganiayaan dan Pencabulan
"Nggak, nanti komunikasi dibilang intervensi. Biar saja berjalan, prinsip sebagai warga negara, (kalau) salah, (ya) tindak," jelasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu mengawal sekaligus menerapkan asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.
"Tetapi jangan karena persepsi yang berkembang, mengadili seseorang, itu yang saya tekankan," ujarnya.
Baca Juga: Anak Tunggal, Rendy Kjaernett Kecewakan Ibunya Gara-gara Selingkuh
Kasus ini tentunya berpengaruh terhadap ribuan mahasiswa dan santri yang sedang belajar di sana.
"Di sana ada puluhan ribu mahasiswa, ada santri. Ambil langkah-langkah, apakah itu persuasif bersifat mendidik, apakah itu law enforcement, kita semua punya instrumennya. Kenapa kita mesti berspekulasi," pungkas Moeldoko menanggapi isu Ponpes Al Zaytun Indramayu.***
Artikel Terkait
Pemerintah Rumuskan Tiga Langkah Terkait Ponpes Al Zaytun, Mahfud MD Singgung soal Dugaan Tindak Pidana
OPINI: Pondok Pesantren Al Zaytun Adalah Sinkretisme - Eklektisisime?
Jokowi Bantah Orang Istana Jadi 'Backing' Ponpes Al Zaytun Indramayu: Ndak Lah!
Masalah Ponpes Al Zaytun Indramayu Diserahkan ke Pemerintah Pusat, Ridwan Kamil: Kalau Tidak Ada Halangan...
Panji Gumilang saat Tabayun ke Gedung Sate Perihal Ponpes Al Zaytun Indramayu: Kalau Begini Nggak Paham