Hari Buruh Internasional Jadi Momentum Baik, Jokowi Bicara soal Kesejahteraan Buruh dan Pekerja

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 1 Mei 2023 | 18:09 WIB
Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan dalam peringatan Hari Buruh Internasional untuk tetap meningkatkan kualitas buruh dan pekerja. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan dalam peringatan Hari Buruh Internasional untuk tetap meningkatkan kualitas buruh dan pekerja. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

SENAYAN POST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataannya terkait Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2023.

Dalam rangka Hari Buruh Internasional 2023, Jokowi menyampaikan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum baik.

Jokowi membeberkan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional 2023 menjadi momentum untuk memperluas kesempatan kerja, salah satunya.

Baca Juga: Nonton Vinland Saga Season 2 Episode 17 Sub Indo: Thorfinn vs Snake, Siapa Pemenangnya?

"Momentum ini harus kita manfaatkan terus untuk memperluas kesempatan kerja," kata Jokowi dalam konferensi persnya pada 1 Mei 2023.

Selain itu, peringatan buruh ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus melindungi hak buruh dan pekerja.

"Meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja, melindungi hak buruh dan pekerja, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional," lanjut orang nomor satu di Indonesia itu.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Antisipasi Penyusup di Hari Buruh Internasional, 6.000 Personel TNI dan Polri Disiagakan

Jokowi menyampaikan bahwa upskilling dan reskilling tetap harus dilakukan lewat program prakerja.

Tidak hanya itu, kedua hal bisa dilakukan lewat Balai Latihan Kerja agar tenaga kerja bisa terserap oleh industri.

Sebagaimana diketahui, saat ini sudah berkembang AI yang mulai menggeser tenaga kerja manusia.

Baca Juga: 5 Hal yang Mendorong Eren Yeager ke Sisi Gelap Attack on Titan, Nomor 4 Bikin Penggemar Merinding!

Oleh karena itu, upskilling dan reskilling harus tetap dilakukan agar tenaga kerja tetap relevan sesuai bidang industrinya.

"Upaya upskilling dan reskilling buruh dan tenaga kerja harus terus dilakukan melalui program prakerja, serta melalui Balai Latihan Kerja yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan industri," tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X