SENAYAN POST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pernyataannya terkait Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2023.
Dalam rangka Hari Buruh Internasional 2023, Jokowi menyampaikan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum baik.
Jokowi membeberkan bahwa peringatan Hari Buruh Internasional 2023 menjadi momentum untuk memperluas kesempatan kerja, salah satunya.
Baca Juga: Nonton Vinland Saga Season 2 Episode 17 Sub Indo: Thorfinn vs Snake, Siapa Pemenangnya?
"Momentum ini harus kita manfaatkan terus untuk memperluas kesempatan kerja," kata Jokowi dalam konferensi persnya pada 1 Mei 2023.
Selain itu, peringatan buruh ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus melindungi hak buruh dan pekerja.
"Meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja, melindungi hak buruh dan pekerja, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional," lanjut orang nomor satu di Indonesia itu.
Jokowi menyampaikan bahwa upskilling dan reskilling tetap harus dilakukan lewat program prakerja.
Tidak hanya itu, kedua hal bisa dilakukan lewat Balai Latihan Kerja agar tenaga kerja bisa terserap oleh industri.
Sebagaimana diketahui, saat ini sudah berkembang AI yang mulai menggeser tenaga kerja manusia.
Baca Juga: 5 Hal yang Mendorong Eren Yeager ke Sisi Gelap Attack on Titan, Nomor 4 Bikin Penggemar Merinding!
Oleh karena itu, upskilling dan reskilling harus tetap dilakukan agar tenaga kerja tetap relevan sesuai bidang industrinya.
"Upaya upskilling dan reskilling buruh dan tenaga kerja harus terus dilakukan melalui program prakerja, serta melalui Balai Latihan Kerja yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan industri," tambahnya.
Artikel Terkait
Arus Mudik Meningkat Drastis pada Lebaran, Presiden Jokowi: Hati-Hati
Kasus Covid-19 Mulai Meningkat Jelang Lebaran 2023, Jokowi Imbau Agar Tetap Jaga Protokol Kesehatan
Jokowi Imbau Masyarakat Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2023, Kemenhub Prediksi 203 Ribu Kendaraan per Hari
Presiden Jokowi Singgung Soal Cawapres, Begini Tanggapan Mahfud MD
Pemilu 2024: Anies Baswedan Dinilai Tidak Akan Lanjutkan Kebijakan Jokowi, Ini Kata Pengamat