Opini: Ida Dayak dan Cinta Tuhan

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Rabu, 12 April 2023 | 15:59 WIB
Opini Ida Dayak dan Cinta Tuhan
Opini Ida Dayak dan Cinta Tuhan

Sebetulnya, Tuhan tak hanya memberikan keajaiban itu hanya kepada utusan2Nya.

Baca Juga: Ustaz Nuzul Dzikri: Kiat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Dapatkan Malam Lailatul Qadar

Tapi juga kepada orang awam yang berusaha untuk mencapai kesucian jiwa. Hanya saja, terlalu banyak godaan bagi orang awam untuk mencapai kesucian yang frekwensi jiwanya seperti nabi.

Nabi mendapat keistimewaan itu karena kehendak Tuhan dan Tuhan pun menjaga kesuciannya. Sedangkan orang awam terkadang -- setelah mencapai kesucian dan mendapat keistimewaan dari Tuhan -- ia sering tergelincir.

Dalam hatinya muncul kesombongan dan pretensi tertentu -- seperti tergoda harta, tahta, dan wanita -- sehingga kesuciannya tercemar. Akibatnya keistimewaan dari Tuhan itu hilang.

Setelah hilang, ia bernostalgia seakan Tuhan masih memberikan keistimewaan tadi seperti sebelumnya. Padahal sudah tidak lagi karena hatinya sudah tercemar ambisi.

Baca Juga: Jam Tayang dan Spoiler Demon Slayer Season 3 Episode 2: Tanjiro Jalani Pelatihan Model Yoriichi

Nostalgi yang muncul itulah yang kemudian menjadikannya sebagai penipu, dukun sakti, pengganda uang, dan lain-lain.

Setelah di hatinya ada pamrih, apa yang diperbuatnya bukanlah kehendak Tuhan. Tapi kehendak setan.

Dalam perjalanan sejarah kesucian, banyak sekali orang-orang yang sudah mencapai frekwensi kenabian, tetiba tergelincir. Ia tergoda ambisi. Cintanya berpamrih. Akibatnya, keistimewaan tadi lenyap. Mukjizatnya hilang.

Mempertahankan kesucian jiwa jauh lebih sulit dari pada mempertahankan disertasi ilmiah. Terlalu banyak godaan, dari yang sangat kasar sampai yang sangat halus.

Baca Juga: Prediksi dan Tanggal Rilis Manga One Piece Chapter 1081: Blackbeard Tiba di Pulau Egghead!

Tuhan menyatakan, jika ada perasaan kesombongan di hati manusia, meski hanya sebesar atom, ia tak berhak mendapat sorga.

Sorga adalah manifestasi cinta Allah kepada hamba2nya yang satu frekwensi dengan cintaNya. Sorga hanya dapat diraih oleh jiwa-jiwa suci yang memancarkan cinta tanpa pilih kasih.

Kita harus melangkah ke sana bila ingin merasakan sorga. Tidak harus di akhirat kelak. Tapi sekarang pun, di kehidupan kita kini, sorga dapat diraih asalkan jiwa kita suci dan hati kita penuh cinta. Persis seperti kata Rumi. Aku adalah cinta. Agamaku cinta. Tuhanku Cinta. Dan sorgaku cinta.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X