Indonesia Kecam Keras Tindakan Anarkis Israel di Masjid Al Aqsa, 500 Orang Ditahan Aparat Keamanan

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Sabtu, 8 April 2023 | 14:41 WIB
Ilustrasi, Pemerintah Indonesia mengutuk keras tindakan aparat keamanan Israel yang melakukan kekerasan kepada warga Palestina belum lama ini. (Pexels.com/Alfo Medeiros)
Ilustrasi, Pemerintah Indonesia mengutuk keras tindakan aparat keamanan Israel yang melakukan kekerasan kepada warga Palestina belum lama ini. (Pexels.com/Alfo Medeiros)

"Indonesia mendesak PBB dan dunia internasional segera mengambil langkah nyata guna menghentikan dan mengakhiri berbagai pelanggaran Israel terhadap Al Aqsa," tutupnya.

Baca Juga: Guyon Menlu Arab Saudi, Riyadh ke Teheran Cuma Dua Jam

Senada dengan Pemerintah Indonesia, Kedutaan Besar Palestina juga menyuarakan hal yang sama.

"Pasukan Israel secara ilegal menginvasi Masjid Al Aqsa, menyerang pria, wanita, dan anak-anak secara biadab," kata Kedutaan Besar Palestina sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Dari pernyataan resmi tersebut, terungkap setidaknya 500 orang ditahan oleh pihak aparat keamanan Israel.

Baca Juga: Dokumen Rencana Perang Ukraina oleh Amerika dan NATO Bocor di Media Sosial, Pentagon Adakan Investigasi

Kerusuhan tersebut juga menimbulkan kebakaran di satu lokasi setelah aparat keamanan Israel menghalangi ambulans untuk merawat ratusan orang yang terluka.

Tidak hanya itu, bentrokan aparat keamanan dengan warga juga menyebabkan kerusakan di Masjid Al Aqsa.

Kedubes Palestina menjelaskan bahwa jamaah memiliki hak mutlak untuk beribadah dengan bebas dan aman di sekitar kompleks Masjid Al Aqsa tanpa halangan dan kekerasan.

Baca Juga: Tentara Israel Lakukan Kekerasan di Masjid Al Aqsa Yerusalem, Jubir Palestina: Tamparan Keras untuk AS

Lebih lanjut, agresi Israel terhadap kompleks Masjid Al Aqsa yang dinilai mengerikan telah mencederai hak dasar warga Palestina untuk beribadah dengan bebas di tempat suci, terutama bulan suci Ramadhan.

Sebelumnya pada hari Jumat, dua saudara perempuan Israel, berusia 20 dan 16 tahun dengan kewarganegaraan gabungan Inggris, tewas dan ibu mereka terluka dalam serangan penembakan di mobil mereka di dekat pemukiman Yahudi Hamra di Lembah Yordan.

"Musuh kita menguji kita lagi," kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 8 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

Baca Juga: Donald Trump Dituduh 34 Kejahatan Pemalsuan Catatan Bisnis, Minta Partai Republik Lakukan Hal Ini

Saat tentara memburu pria bersenjata itu, Netanyahu memerintahkan cadangan polisi perbatasan dan pasukan militer tambahan untuk dikerahkan untuk menghadapi gelombang serangan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Reuters, Kemenlu RI, Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X