Massa yang mengatasnamakan diri Yakuza Mangenes itu meminta pertanggungjawaban pimpinan pondok yang diduga melakukan perbuatan asusila terhadap puluhan santrinya.
Saat didatangi lebih dari 20 anggota organisasi tersebut, sejumlah korban yang merupakan mantan santriwati langsung memberikan kesaksian di hadapan ratusan santri lainnya agar berani berbicara dan melapor.
Baca Juga: Lirik Lagu Masih Ada Cahaya, Idgitaf feat Hindia, Rilis Mei 2026
Laporan Santriwati yang Diduga 'Hamil karena Mimpi'
Sebelum situasi memanas, polisi dilaporkan langsung mengamankan Pimpinan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati Buaran tersebut.
Juru bicara Yakuza Mangenes, Eko Ebes mengatakan pihaknya sebelumnya menerima puluhan aduan dari korban tetapi hingga kini baru 6 korban yang berani membuat laporan resmi.
"Jumlah itu belum termasuk santriwati yang sebelumnya viral karena hamil dan melahirkan, yang juga diduga berkaitan dengan kasus tersebut," beber Eko.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian ihwal proses hukum yang menjerat pengasuh ponpes di Pekalongan, Jawa Tengah, tersebut. *
Artikel Terkait
Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati Ponpes Pati, Momen Pelaku Tak Mengaku Sebagai Kiai saat Disergap Polisi di Wonogiri
Fakta Anyar Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Pengakuan Miris dari Santriwati
Gunakan Doktrin Kepatuhan, Pengasuh Ponpes di Pati Diduga Cabuli Santriwati Sejak Tahun 2020
Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Berjalan 2 Tahun, Polisi Sebut Pencabutan Laporan Korban Sempat Hambat Penyelidikan
Pengakuan Menohok Asyari usai Jadi Tersangka Pelecehan Seksual di Ponpes Ndholo Kusumo: Saya Bukan Kiai