Selain Menolak Lomba Ulang, SMAN 1 Sambas Minta Pemulihan Nama Baik usai Kontroversi Cerdas Cermat

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Senin, 18 Mei 2026 | 21:43 WIB
Pernyataan sikap SMAN 1 Sambas usai ramainya kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar (YouTube/MPR RI)
Pernyataan sikap SMAN 1 Sambas usai ramainya kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar (YouTube/MPR RI)

SENAYANPOST - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, beberapa waktu terakhir tengah menjadi perhatian nasional.

Pasalnya, kontroversi LCC 4 Pilar di Kalbar tersebut bermula dari penilaian juri yang dianggap tak adil, usai substansi jawaban yang sama antara SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.

Dalam perlombaan tersebut, juri memberikan tambahan nilai kepada SMAN 1 Sambas dan mengurangi nilai SMAN 1 Pontianak.

Oleh karena itu, SMAN 1 Sambas berhasil keluar jadi pemenang dan mewakili Kalbar ke tingkat Nasional.

Baca Juga: Didesak Serikat Guru Juri Cerdas Cermat Minta Maaf Secara Personal, Ketua MPR RI: Tidak Perlu

Mengutip pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram resminya, SMAN 1 Sambas ikut menolak mengikuti perlombaan ulang yang rencananya digelar oleh MPR.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” tulis pernyataan pihak sekolah.

Pihak sekolah lantas mendesak, agar penyelenggara memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas setelah sempat ramai di media sosial.

Mereka juga meminta adanya pendampingan dan jaminan keamanan bagi siswa-siswinya, yang akan maju ke Nasional.

“Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum mewakili Kalbar pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat nasional,” tegasnya.

Masih dari unggahan pernyataan yang sama, SMAN 1 Sambas memastikan bahwa siswa dan siswinya yang ikut dalam lomba cerdas cermat tersebut sudah melakukan sesuai tata tertib.

“Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas,” lanjutnya.

Mengenai klarifikasi yang dilakukan MPR, pihak sekolah mengungkapkan mengapresiasi hal tersebut tapi masih menyayangkan karena dinilai cukup abai ketika polemik memanas.

“Menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok,” ungkap pihak sekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X