Pembawa Acara alias MC Cerdas Cermat MPR 'Dirujak' Warganet Hingga Akun Instagramnya Menghilang

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Rabu, 13 Mei 2026 | 14:31 WIB
Penuturan MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR, Shindy Lutfiana buntut tudingan komentar negatif terhadap para peserta siswa (Instagram.com/@jogjastudent)
Penuturan MC Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR, Shindy Lutfiana buntut tudingan komentar negatif terhadap para peserta siswa (Instagram.com/@jogjastudent)

SENAYANPOST - Sosok Shindy Lutfiana sebagai pembawa acara alias Master of Ceremony (MC), dalam ajang final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, kini jadi sorotan publik.

Pernyataannya, 'hanya perasaan adik-adik saja' kepada peserta lomba viral di media sosial, hingga dirinya 'dirujak' warganet.

Bahkan, akun Instagram miliknya sempat dilaporkan hilang setelah namanya ramai diperbincangkan warganet.

"Shindy Lutfianan MC yang remehkan siswa 'hanya perasaan adik-adik saja', IG-nya hilang," tulis postingan Instagram @jogjastudent, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Baca Juga: Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR, Salsa Erwina Nilai Siswa Dipaksa Nerima Keputusan yang Salah

Buntut dari kasus itu, Shindy kini akhirnya muncul ke publik, dan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang memicu kecaman warganet.

Shindy mengaku khilaf dan menyadari ucapannya tidak pantas disampaikan, dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, 'hanya perasaan adik-adik saja'," ungkap Shindy dikutip dalam postingan Instagramnya, pada Rabu, 13 Mei 2026.

"Yang seharusnya tidak patut saya sampaikan, dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," tambahnya.

Dalam penuturannya, Shindy memahami ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan terhadap para peserta lomba dan guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak," terangnya.

"Khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak," imbuh Shindy.

Di sisi lain, Shindy meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya perlombaan tersebut.

MC LCC MPR itu menyebut, peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memilih diksi saat berbicara di ruang publik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X