Perkuat Literasi Artificial Intelligence, Perempuan Laju Perkasa dan ICT Watch Gelar Pelatihan Dasar di Kraton Majapahit Jakarta

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:34 WIB
Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti. (Senayan Post)
Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti. (Senayan Post)

SENAYANPOST - Bertempat di Kraton Majapahit Jakarta pada Sabtu (16/5/26), Yayasan Perempuan Laju Perkasa yang diketuai Hetty Andika Perkasa Hendropriyono menjalin kerjasama dengan ICT Watch, menggelar pelatihan Hertech Perempuan Berdaya AI.

Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai kalangan dari prajurit wanita Tentara Nasional Indonesia (TNI), istri-istri prajurit TNI, guru, siswa-siswi sekolah menengah atas dan jurnalis.

Materi dalam pelatihan ini adalah pengenalan Artificial Intelligence (AI) secara mendasar, pelatihan penggunaan AI untuk membuat karya melalui AI baik dalam bentuk teks diskripsi, gambar visual, video, musik hingga aktifitas pertanian. Aplikasi AI yang digunakan selama pelatihan adalah Gemini dan Suno.

"Pelatihan ini adalah pelatihan literasi tingkat dasar yang bertujuan untuk memahami bagaimana AI bekerja," jelas Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti selaku pemateri pertama.

Baca Juga: Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Layanan

Pakar cyber ini menjelaskan bahwa terdapat 4 (empat) pilar dalam literasi digital terkait pemanfaatan AI yaitu cakap berdigital agar mahir prompting dan verifikasi, aman berdigital untik melindungi data pribadi, budaya berdigital untuk perkokoh cinta tanar air dan beretika digital agar jujur dan bertanggung jawab.

"Menggunakan AI bukan untuk semakin malas, tetapi semakin harus banyak berfikir," tegasnya.

Selain itu pihaknya mengungkapkan bahwa AI tidak bisa mengambil pekerjaan, karena tidak memiliki apa yang manusia miliki.

"Pekerjaan manusia tidak akan hilang karena terdapat 4C yaitu character (berkarakter), creativity (kreatif), contextual (mampu beradaptasi), dan communication (kemampuan komunikasi)," pungkasnya.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Pentingnya Peran BRICS dalam Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global

ICT Watch menjalin kerjasama literasi digital dengan Asian Development Bank (ADB) dan Google Indonesia yang bertanggungjawab atas penggunaan dunia maya di Indonesia.

"Saat ini program berdaya AI bekerjasama dengan ADB dan Google.co.id menyasar kecerdasan penggunaan AI. Sekitar 11.000 peserta dari berbagai backgroun menjadi bagian dari program ini," jelasnya.

Sementara itu, Perempuan Laju Perkasa merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang kemanusiaan, kesehatan dan pendidikan, termasuk di antaranya literasi dunia maya.

"ICT Watch merupakan pelopor literasi digital dan pemanfaatan AI di Indonesia. Kami bangga Pak. Mari melanglah maju dengan perkasa untuk Indonesia," ajak Ketua Yayasan Perempuan Laju Perkasa Hetty Andika Perkasa Hendropriyono dalam sambutannya. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X