SENAYANPOST - Pada Minggu 28 Juni 2028 Kraton Majapahit Jakarta menerima kunjungan rombongan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito.
Kunjungan ini disambut lansung oleh Pendiri dan Ketua Kraton Majapahit Jakarta Jenderal TNI (Purn) Prof Dr AM Hendropriyono.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) antara tahun 2001 - 2004 ini mengakui akan beratnya tugas yang diemban oleh BJPS Kesehatan sebagai salah satu pondasi dari kehidupan rakyat yang sehat dan sejahtera.
"Saya mengerti tugas BPJS sejak Presiden memanggil seorang dirjen (direktur jenderal) tentang lembaganya. Saya mengetahui kerja kalian keras sekali. Oleh karena itu perlu rasa pengabdian. semoga kalian sukses," ungkapnya.
Dijelaskannya, Kraton Majapahit Jakarta adalah replika seperduapuluh dari Istana Kerajaan Majapahit yang sedang digali di kabupaten Mojokerto provinsi Jawa Timur yang rohnya adalah kebudayaan Jawa.
"Dari pada kita menunggu lama kita bangun dulu replikanya. Roh nya adalah kebudayaan Jawa, itu yang kita gali. Kami juga menayangkan film sejarah Majapahit adalah pemicu agar generasi penerus untuk tertarik dan mempelajarinya lebih dalam," tegasnya.
Digalinya nilai-nilai Kebudayaan ini bukan hanya menghadapi ancaman tapi juga menjawab tantangan khususnya terkait dengan kepribadian Bangsa Indonesia di tengah ancaman globalisasi yang semakin dinamis dan tidak terarah, sehingga beberapa daerah seperti Suku Cia-Cia kabupaten Baubau Sulawesi Tenggara, di mana anak-anak di tingkat sekolah dasar dan menengah mempelajari Aksara Korea, untuk digunakan menulis bahasa daerah. Maka dari itu, Kraton Majapahit Jakarta mensimplifikasi aksara-aksara dari berbagai suku di Indonesia menjadi Aksara Nusantara untuk memperkuat jatidiri Bangsa Indonesia.
"Kraton Majapahit Jakarta memsimplifikasi aksara-aksara di Indonesia dengan Aksara Nusantara yang mudah dipelajari," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, juga ditayangkan video peluncuran aplikasi dan lagu Aksara Nusantara. Prof AM Hendropriyono juga memberikan penghargaan kepada Tim Digitalisasi Aksara Nusantara Setya Amrih Prasaja dan Apri Nugrohi serta memperkenalkan Sultan Cevi Yusuf Isnendar Al Banjari sebagai Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan yang merupakan pemangku budaya pertama yang dilantik oleh Pemerintah Indonesia.
"Mohon doa restunya semoga aksara ini dpaat cepat tersosialisasi di seluruh Indonesia," tegasnya.
Sementara itu, Direkrut Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr dr Prihati Pujowaskito menyampaikan kekagumannya kepada Kraton Majapahit Jakarta serta film sejarah Majapahit yang mengingatkan lebih jelas akan sejarah dan keagungan peradaban Nusantara.
"Sumpah Palapa dapat menjadi semangat BPJS cakupan kami harus 100 persen, kami jadikan semangat kerja. Sehari kami melayani 2 juta transaksi kesehatan dan setiap bulan mengeluarkan Rp 500 Milyar. Kami selalu memiliki cadangan, sampai kurang lebih Juli 2027. Saat ini cadangan kita 1,5 bulan pembayaran," jelasnya.
Dijelaskannya, pihaknya memiliki pengalaman dalam penanganan defisit seperti pengalaman pada tahun 2018 dan 2019. Pada saat pandemi covid-19 BPJS Kesehatan justru mengalami efisiensi karena tidak ada yang keluar rumah.