“Jadi, depan belakang itu laki-laki, yang perempuan di tengah, untuk gerbongnya ya supaya juga lebih aman,” lanjutnya.
Saat menjenguk para korban di rumah sakit, Arifah mengaku kaget karena ada korban laki-laki dalam insiden itu.
“Kalau gerbong perempuan, banyaknya perempuan. Tadi ada yang laki-laki itu karena dia ada di gerbong tiga dan juga ada yang dari Argo Bromo yang kena juga,” jelasnya.
Sementara itu, korban kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek berjumlah 106 orang, dengan rincian data terbaru per Rabu siang, 29 April 2026, ada 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Korban yang luka dirawat di 11 rumah sakit sekitar lokasi kecelakaan, dan kini masih ada 46 korban yang masih menjalani observasi untuk penanganan medis.***
Artikel Terkait
Usai Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Perempuan Dipindah ke Tengah
Adik Salah Satu Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Ungkap sang Kakak Baru Mulai Kerja Usai Cuti Lahiran
Kesaksian Penumpang KRL Bekasi Timur: Cooler Bag ASI Lindungi Korban dari Benturan Material Kereta
Cerita Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur: Saat Balik Badan Keretanya Terhantam KA Argo Bromo
Karyawan Alice Norin Jadi Penumpang di KRL yang Terlibat Tabrakan di Bekasi Timur