“Berdasarkan informasi anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya nangis merasa menyesal atas tindakan anaknya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihak sekolah juga telah menjatuhkan sanksi skorsing 19 hari agar siswa yang bersangkutan mendapatkan bimbingan di rumah.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Ringkus Sindikat Gas Oplosan, Oknum Pemilik Pangkalan Resmi Jadi Tersangka
Adapun menurut Gubernur yang kerap dipanggil KDM itu, ia menyinggung tentang sanksi yang bisa berdampak pada pembentukan karakter.
“Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” terangnya.
“Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan tergantung perkembangan anak itu sendiri. Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak SMAN 1 Purwakarta belum buka suara terkait viralnya anak didik mereka yang dianggap bertindak tidak sopan kepada guru. *
Artikel Terkait
Selain Pendidikan Karakter di Barak TNI ala Dedi Mulyadi, Siswa di Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah
Soal Dugaan Perundungan Siswa, Gubernur Jabar Nonaktifkan Kepsek SMAN 6 Garut Selama Investigasi
Kasus MBG di KBB: 352 Pelajar Keracunan, Gubernur Jabar Siapkan Evaluasi Paripurna
Ditantang Dedi Mulyadi Buktikan soal APBD Jabar Rp4,17 T Mengendap di Bank, Menkeu Purbaya Justru Bilang Begini
Dedi Mulyadi Siapkan Moratorium Penebangan Hutan di Jabar, Berkaca dari Bencana Banjir Bandang di Sumatera