“Jadi kalau ada yang melebihi ketidakwajaran, kami bisa mencabut izin distributor, menahan izin importir. Sekali lagi, arahan Bapak Kepala Bapanas, kasih rambu-rambu bagi importir dan distributor sehingga tidak serta-merta menaikkan. Keuntungannya jangan berlebihan sehingga kewajaran perlu dijaga,” tegasnya.
Di sisi lain, tantangan pemenuhan kebutuhan kedelai nasional masih cukup besar. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Kedelai Tahun 2026 yang disusun Bapanas, produksi kedelai dalam negeri diperkirakan hanya mencapai 277,5 ribu ton. Angka tersebut jauh di bawah kebutuhan konsumsi tahunan yang mencapai sekitar 2,74 juta ton, yang sebagian besar digunakan oleh pengrajin tahu dan tempe.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah memastikan akan terus menjaga keseimbangan pasokan dan harga, agar industri tahu dan tempe tetap berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau. *
Artikel Terkait
Kepsek SDN 3 Sindang Sari Geram: Tempe Berlendir & Anggur Busuk Masuk Menu MBG
Belajar dari Krisis 2022, APBN 2026 Diprediksi Tetap Aman Meski Harga Minyak Dunia Melonjak
Viral Menu MBG Rapel 4 Hari di Pakem Sleman, Warganet Pertanyakan Harga Ayam Rp18.000 per Porsi
Beda Porsi Beda Harga, Sistem Rapel MBG di SPPG Harjobinangun Sleman Tuai Kritik Warganet
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi Tidak Naik per 1 April 2026