Dalam penuturannya, Dadang menambahkan, kondisi akses jalan di area pemakaman yang relatif sempit membuat kontainer sampah tidak dapat ditempatkan di lokasi.
Oleh karena itu, sampah sementara ditempatkan di area bawah bantaran sebagai titik penampungan sebelum diangkut menggunakan armada yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Meskipun berada di dekat Kali Pesanggrahan, seluruh aktivitas dilakukan di area yang telah ditentukan dan dipastikan tidak bersentuhan dengan badan air.
"Kami memastikan tidak ada sampah yang masuk ke badan air. Di sana juga tempat mengumpulkan sisa topingan pohon dari TPU Tanah Kusir oleh Distamhut," beber Dadang.
"Lokasi juga telah dilengkapi penyekatan menggunakan kubus apung HDPE, dan seluruh proses pengelolaan dijalankan sesuai SOP," tutup Dadang.
Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari pihak DLH DKI Jakarta ihwal fakta di balik kejadian yang viral di TPU Tanah Kusir.
Terlepas dari itu, muncul persepsi di sebagian kalangan publik menyayangkan DLH yang sejatinya sebagai lembaga yang memberikan contoh kebersihan lingkungan, justru mencoreng citranya sendiri di mata publik.***
Artikel Terkait
Setahun jadi Presiden, Rocky Gerung Sebut Prabowo Seolah Bawa ‘Tong Sampah’ Rezim Jokowi
Imbas Banjir Bandang Guci: Pantai Larangan Tegal Kini Penuh Sampah Kayu dan Pipa Air
Peringatkan Darurat Sampah, Presiden Prabowo Siapkan Proyek Rp58 Triliun Ubah Sampah Jadi Energi
Viral Buang Sampah di Jalan Tol, Kru Bus Madu Kismo Kena Skorsing Satu Bulan Tidak Boleh Bekerja
Beban Tambahan Usai Mengajar: Guru di Semarang Keluhkan Tugas Bereskan Sampah dan Wadah MBG