Beban Tambahan Usai Mengajar: Guru di Semarang Keluhkan Tugas Bereskan Sampah dan Wadah MBG

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 16 Maret 2026 | 22:12 WIB
Guru di Semarang curhat soal tugas tambahan guru saat SPPG datang untuk bagikan MBG. (Instagram/stevano.96)
Guru di Semarang curhat soal tugas tambahan guru saat SPPG datang untuk bagikan MBG. (Instagram/stevano.96)

SENAYANPOST - Seorang konten kreator sekaligus guru di Semarang, David Stevano, turut mengungkapkan keluh kesahnya ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlambat datang untuk membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, David menyebut bahwa guru di sekolah memiliki beberapa tugas ketika pembagian makanan MBG kepada para siswa.

“Dikira guru nggak kerepotan? Udah nggak dapat upah SPPG, nambah lagi bebannya,” tulisnya dalam unggahan videonya di akun @stevano.96 pada Minggu, (15/3/26).

Curhatan singkatnya dalam video berdurasi 1:05 menit itu bermula dari tanggapannya pada unggahan protes sejumlah wali murid yang protes karena SPPG datang terlambat.

Baca Juga: Viral Menu MBG Rapel 4 Hari di Pakem Sleman, Warganet Pertanyakan Harga Ayam Rp18.000 per Porsi

Stevano mengungkapkan bahwa keterlambatan pengantaran pun sempat dirasakan oleh sekolahnya.

“Kasus SPPG yang kayak gini pernah ngerasain. Jadi, yang namanya relawan sesungguhnya itu guru karena kita nerima MBG-nya, bagiin, ngumpulin kantongnya itu nggak dibayar dari SPPG-nya,” ucapnya dalam video.

“Belum lagi kalau telat, anak-anak udah mau keluar dari gerbang, kita hold dulu untuk nunggu pembagian lengkap dari SPPG. Dulu pernah kayak gitu,” terangnya.

Selain bertugas untuk membagikan makanan MBG, Stevano juga membeberkan bahwa guru juga bertanggung jawab usai para siswa selesai mengonsumsi makanannya.

Baca Juga: Bersanding dengan Ariel Noah, Raline Shah Perankan Milea di Film Dilan ITB 1997

Oleh karena itu, menurutnya, guru kini tak bisa langsung pulang setelah para siswa selesai belajar di sekolah.

“Siswa pulang yang harusnya guru juga pulang, enggak bisa. Kita ngitung ompreng, ngumpulin kantong, bersih-bersih,” imbuhnya.

Permasalahan sisa sampah MBG juga menjadi perhatian guru agar tidak menumpuk menjadi sampah yang membuat lingkungan sekolah tak nyaman.

“Belum lagi sisa MBG mau dikemanakan? Kalau nggak dikemanain nanti busuk, mikir lagi, PR lagi,” lanjutnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X