Menu tersebut dianggap belum mencerminkan nilai anggaran yang disebut mencapai sekitar Rp10.000 per porsi.
"Bukan tidak bersyukur, tapi ini juga (menu MBG) dari uang pajak masyarakat," ungkap seorang warga di Banyumas.
"Jadi wajar kalau orang tua berharap menu yang diberikan sesuai dengan standar program MBG," sambungnya.
Hingga berita ini terbit, belum ada penjelasan resmi dari otoritas berwenang mengenai penyebab kasus keterlambatan distribusi makanan tersebut.
Kendati demikian, besar harapan warga setempat agar proses distribusi makanan dapat berjalan tepat waktu pada masa mendatang.(*)
Artikel Terkait
Gus Miftah Blak-blakan Sebut MBG Program Baik tapi Pengelolaannya yang Kurang Bagus
Menu MBG di Yogyakarta Dilengkapi dengan Label Gizi hingga Total Harganya, Patut Ditiru Daerah Lain?
Viral Siswa SMA di Riau Bagikan MBG yang Didapatkan: Gimana Mau Bergizi, Isinya Seuprit Gini
Diduga Menu MBG Ibu Hamil Berisi Donat hingga Mi Instan, Warganet Pertanyakan Kandungan Gizinya
Permintaan Maaf SPPG Argosari Sedayu Soal Menu MBG Ikan Bandeng dan Tahu yang Sempat Dikeluhkan